Jepang Open Super Series 2017

Evaluasi Pelatih Ganda Putra di Jepang Open 2017

Rendy Renuki H    •    26 September 2017 17:50 WIB
bulu tangkis
Evaluasi Pelatih Ganda Putra di Jepang Open 2017
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Dok. PBSI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengevaluasi hasil yang diraih di Jepang Open Super Series 2017. Salah satu sektor andalan Indonesia itu memang berhasil menyabet satu gelar melalui pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Marcus/Kevin meraih juara usai mengalahkan pasangan tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Minggu 24 September lalu. Pasangan yang dijuluki "The Minions" itu menang dua game langsung 21-12 dan 21-15 dari Takuto/Yuki.

Kemenangan itu dinilai pelatih Herry IP sudah diprediksi karena wakil Jepang dinilainya masih di bawah Marcus/Kevin. Permainan pasangan Jepang pun dilihatnya tidak lepas dan mudah panik di lapangan.

"Pemain Jepang masih butuh jam terbang. Mereka mainnya tidak lepas, panik dan grogi di lapangan. Secara teknik dan terutama segi mental bertanding, Kevin/Marcus memang di atas pasangan Jepang," kata Herry kepada badmintonindonesia.org.

(Baca: Lee Chong Wei Cetak Rekor Smash Tercepat di Dunia)


Kevin/Marcus tak memperoleh kesulitan khusus pada laga finalnya tersebut. Mereka hanya butuh waktu selama 30 menit untuk mengamankan kemenangannya. 

Lawan yang lebih berat justru dihadapi mereka di babak semifinal. Di mana Kevin/Marcus harus menumbangkan musuh bebuyutan asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Marcus/Levin memiliki tantangan cukup besar, sebab dalam tiga pertemuan sebelumnyaselalu kalah dari Boe/Mogensen. Secara keseluruhan, rekor pertemuan Kevin/Marcus dengan pasangan Denmark tersebut bahkan masih tertinggal 1-4.

"Menurut saya, final sesungguhnya adalah di semifinal. Siapa yang bisa menang di semifinal (Kevin/Marcus atau Boe/Mogensen) akan bisa menang di final. Kemenangan Kevin/Marcus hari ini juga ada pengaruhnya setelah mengalahkan Boe/Mogensen," ujar Herry.

"Kepercayaan diri mereka jadi meningkat. Kevin/Marcus meraih gelar terakhir di Malaysia Open dan belum dapet gelar lagi sampai sekarang. Waktu di Indonesia Open Kevin cedera, di Kejuaraan Dunia sebetulnya mereka paling siap, tetapi kurang lucky saja," ungkap Herry lagi.

Herry pun membeberkan kunci kemenangan Kevin/Marcus di Japan Open Super Series 2017 kali ini. Anak didiknya itu disebut mau belajar dari kekalahan sebelumnya dan memperbaiki kekurangan yang ada.

“Salah satu kunci keberhasilan Kevin/Marcus di Jepang ini karena mereka banyak mempelajari kekalahan-kekalahan sebelumnya. Mereka belajar kekurangan mereka dimana. Saya rasa penampilan mereka sudah mulai kembali, walaupun belum seratus persen, tapi sudah menggambarkan 70-80 persen,” tutupnya.

Video: M Taufik Juara Rhino Cross Triathlon Tanjung Lesung 2017
 


(REN)