BWF World Junior Championship (WJC) 2017

PBSI Kesulitan Meregenerasi Pebulu Tangkis Putra

Ahmad Mustaqim    •    23 Oktober 2017 11:25 WIB
bulu tangkis
PBSI Kesulitan Meregenerasi Pebulu Tangkis Putra
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti. (Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memiliki tugas untuk menumbuhkan pemain andalan di nomor ganda putra dan tunggal putra. Sebab, pemain dari dua nomor tersebut tak bisa bicara banyak dalam ajang BWF World Junior Championship (WJC) 2017.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti mengatakan pemain ganda putra dan tunggal putra yang turun dalam ajang WJC 2017 tak ada yang murni. Ia menuturkan semua pemain yang masuk final WJC 2017 adalah pemain pratama.

"Ganda putra dan tunggal (putra) secara keseluruhan tak ada. Semua pemain yang ke final adalah pemain pratama atau atlet dari klub," ujar Susi di kompleks GOR Amongraga Yogyakarta, Minggu (22/10/2017).

Susi menilai, evaluasi akan dilakukan agar PBSI bisa menyiapkan para pemain putra dari jauh-jauh hari. Pemain pratama, kata Susi, sudah latihan delapan bulan yang lalu. Sementara itu, pemain tunggal dan ganda putra hanya melakukan persiapan selama tiga bulan.

"Kami akan memberi perhatian lebih agar semua sektor berjalan dengan baik. Perkembangannya terlihat sekali dari pemain muda saat ini," kata dia.

Menurut Susi, para pemain muda saat ini adalah cerminan  pemain elit masa depan. Oleh karena itu, proses regenarasi pemain sangatlah penting untuk dilakukan.

Kondisi di nomor tunggal putra dan ganda putra memang kontras dengan nomor lain. Sebab, pemain dari nomor ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putri mampu menembus partai final. Bahkan, pemain tunggal putri mampu juara dan terdapat all indonesia final untuk nomor ganda campuran.

Di sisi lain, pemain tunggal putra seperti Muhammad Rehan Diaz tak bisa menembus babak perempat final. Pasangan ganda putra Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob juga hanya bisa meraih medali perunggu. Selain itu, Rinov juga sempat diturunkan di nomor ganda campuran.

"Pembinaan perlu dilakukan lebih cepat lagi. Tidak bisa hanya mengandalkan pemain senior terus," tutur Susi.

Ia menambahkan, pemantauan bibit pebulu tangkis tunggal putra harus lebih jeli dan keras lagi. Susi tak menampik jika pembibitan atlet bulu tangkis tunggal putra dan ganda putra masih tertinggal.

"Ganda putra yang dipasangkan beda klub. Saat di pelatnas baru dipadukan. Bibit-bibit yang kami pantau ada beberapa. Kami harus bergerak cepat," pungkasnya.

 


(KAU)