Bulu tangkis India

Revolusi Bulu Tangkis India

A. Firdaus    •    06 Juli 2017 23:44 WIB
bulu tangkis
Revolusi Bulu Tangkis India
Srikanth Kidambi menjadi salah satu pebulu tangkis India tersukses (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mumbai: India mendadak jadi negara yang paling disorot belakangan ini jika kita membicarakan olahraga bulu tangkis. Para wakil mereka di kontes bulu tangkis dunia, kerap kali berdiri di atas podium juara.

Pelatih kepala bulu tangkis India, Pullela Gopichand tak mengelak kalau negaranya sedang di ambang revolusi bulu tangkis. Bahkan suatu saat kelak bukan tak mungkin India akan menandingi Tiongkok yang mendominasi bulu tangkis dunia.

Selama beberapa dekade, Tiongkok memang menjadi kekuatan dominan dalam bulu tangkis. Namun setelah menyapu gelar di Olimpiade London 2012, produktivitas mereka menurun lantaran hanya mampu meraih dua emas di Olimpiade Rio 2016.

Klik di sini: Fernando Alonso Berada di Titik Terendah

Negeri Tirai Bambu itu mengantongi emas dari tunggal putra dan ganda putra, dan hanya meraih satu perunggu melalui ganda campuran.

Sebaliknya India mulai mencuri perhatian pada Olimpiade Rio, setelah menempatkan Pusarla Sindhu untuk membawa pulang medali perak di nomor tunggal putri.

Prestasi Sindhu dianggap sebuah peningkatan buat India, lantaran pada empat tahun sebelumnya di London, Saina Nehwal hanya meraih perunggu. Dilanjutkan dengan penampilan tiga kali beruntun Sirkanth Kidambi di final Super Series, yang juga menjadi sinyal dari negara terpadat kedua di dunia.

Setelah kalah dari rekan senegaranya B. Sai Praneeth di final Singapore Open, Srikanth kemudian menang di Indonesia dan Australia, di mana ia mengalahkan juara Olimpiade dan dunia, Chen Long.

Di Indonesia Open, HS Prannoy juga bersinar saat mengalahkan peraih tiga kali medali perak Olimpiade Lee Chong Wei dan Chen Long secara berturut-turut, sebelum kalah di semifinal.

Berakhirnya Hegemoni Tiongkok
Melihat deretan bintang India yang bersinar, Gopichand memastikan kalau hegemoni Tiongkok telah berakhir. Meski ia meyakini Negeri Tirai Bambu takkan membiarkan situasi itu terjadi.

"Tiongkok sebagai kekuatan yang dominan telah kami tantang, baik di kalangan putra maupun putri. Kami telah bertanggung jawab untuk itu," ujar Gopichand.

Gopichand yang juga juara All England 2001 itu juga menyatakan kalau India belum menuntaskan misi mereka, sebelum bisa menguasai kejuaraan besar seperti Olimpiade.

"Tapi saya pikir kejuaraan dunia dan Olimpiade merupakan kejuaraan besar. Terutama meraih medali sangat penting. Ketika kami bisa mengalahkan mereka dalam kejuaraan besar itu, maka saya merasa bisa mengatakan itu," tegasnya.

Klik di sini: Tim Polo Air Ditetapkan Sepulang dari Serbia

Antusiasme Para Orang Tua
Kesuksesan India di dunia bulu tangkis, tak pelak menyedot antusiasme dari para orang tua. Mereka berbondong-bondong membawa anaknya untuk berkarier di dunia tepok bulu ini.

"Untuk jumlah atlet yang telah bermain di olahraga ini, saya akan mengatakan ya (ada peningkatan). Dan semoga penampilan ini lebih konsisten," ujar Gopichand saat ditanya apakah India berada di ambang sebuah revolusi bulu tangkis.

"Bukan hanya akademi saya saja, semua akademi di seluruh negeri sudah penuh. Banyak sekali orang tua yang ingin anak-anak mereka melepaskan segalanya dan berkonsentrasi pada bulu tangkis," lanjutnya.

Srikanth, B. Sai Praneeth, HS Prannoy, Nehwal, dan Sindhu adalah produk dari Akademi Bulutangkis Gopichand di Hyderabad. Ia  juga memastikan kalau kerja kerasnya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.

"Jika kami melihat pertunjukan dalam beberapa tahun terakhir ini sudah bagus. Kami telah mampu bekerja lebih baik sebagai satu unit dan semua pemain telah mencapai puncaknya pada waktu yang tepat," kata pria berusia 43 tahun itu.

Saingi Tiongkok, India Butuh Tangan Dingin Orang Indonesia
Dengan sejumlah bintang yang dia hasilkan, tentu ada resep di balik kesuksesannya. Gopichand pun berharap taktiknya untuk bisa mengimbangi Tiongkok segera tercapai.

"Sejujurnya kami tidak cukup fit untuk bermain di level tertinggi. Secara teknis, kami sudah cukup lama bermain, tapi dalam level kebugaran, kami kurang," terang Gopichand.

"Bulu tangkis India sedang menuju ke arah tertentu tapi untuk mengalahkan mereka (Tiongkok) kami harus bermain dengan gaya yang berbeda. Jenis bulu tangkis yang kami mainkan tidak selaras dengan apa yang dibutuhkan pada level tertinggi," lanjutnya.

India sekarang menawarkan kumpulan pemain hebat, yang siap untuk sukses di level tertinggi. Namun Gopichand tidak puas atas kesuksesannya saat ini. Ia ingin sistem yang lebih kuat dan pembinaan yang lebih baik.

Ditunjuklah Mulyo Handoyo, yang terkenal dengan tangan dinginnya dalam mengantarkan Taufik Hidayat meraih emas Olimpiade 2004. Mulyo ditempatkan ke staf pelatih India, yang menurut Gopichand telah memberinya lebih banyak waktu untuk fokus pada kebutuhan pemain secara individu.

"Meski saya sangat senang dan sangat puas dengan penampilan atlet kami, saya pikir agar ini bisa berkelanjutan, dan bisa menyebut diri kami sebagai super power bulu tangkis, masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan secara struktural," katanya.

"Saya pikir bagi generasi penerus yang akan datang, kami perlu menempatkan sebuah sistem yang benar-benar mengidentifikasi dan menjaga talenta. Kami telah tumbuh secara eksponensial tapi masih banyak yang perlu dilakukan," terang Gopichand.

Klik di sini: Gordon Hayward Akhirnya Memilih Boston Celtics

Untuk itu kesabaran bakal terus dipegang sebagai prinsip Gopichand dalam membangun bulu tangkis India. Sebab jika salah sekecil apa pun, bukan kesuksesan yang didapat, melainkan kemerosotan.

Jadi tak ayal, Gopichand membutuhkan waktu 13 tahun untuk melihat bulu tangkis India seperti sekarang ini. Bekerja keras 12 hingga 24 jam setiap harinya dan penuh tekanan.

"Tapi sejujurnya saya telah mencintai setiap bagian dari perjalanan ini dan tidak pernah merasa itu adalah sebuah pengorbanan," tutupnya.

Tim Futsal Putri Indonesia Batal Try Out ke Jepang
 


(ACF)