Bulu Tangkis

PBSI Keluarkan Program Pemutihan Data/Usia Atlet

Rendy Renuki H    •    19 April 2017 21:59 WIB
bulu tangkis
PBSI Keluarkan Program Pemutihan Data/Usia Atlet
Suasana latihan di Pelatnas PBSI (MI/ BARY FATHAHILAH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengeluarkan program untuk pemutihan data/usia atlet yang berlaku selama tiga bulan ke depan. Hal itu dilakukan PBSI dalam rangka membantu program Pembinaan dan Prestasi (Binpres)menentukan usia emas seorang atlet.

Program pemutihan itu dikeluarkan PBSI dalam Surat Keputusan No. SKEP/021/0.3/III/2017 tertanggal 31 Maret 2017 dan berlaku hingga 30 Juni 2017. PBSI menganggap pemutihan data/usia atlet perlu dilakukan karena untuk memberantas praktek pencurian umur yang dilakukan dengan cara manipulasi data kelahiran atlet.
 
Program ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan pengampunan bagi atlet yang selama ini menggunakan data usia yang tidak benar untuk membuat surat penyataan pengakuan usia yang sebenarnya dan ditandatangani oleh orangtua atlet bersangkutan. Setelah selesainya program pemutihan data/usia atlet, maka PP PBSI akan menerapkan sanksi yang tegas terhadap para pelanggar.
 
Optimalisasi pelaksanaan program ini, PP PBSI telah melaksanakan Sosialisasi dan Koordinasi Program Kerja Lintas Bidang PP PBSI tahun 2017 pada tanggal 6 – 7 April 2017 di Hotel Santika, TMII. Di mana Program Keabsahan dan SI PBSI menjadi salah satu program yang disosialisasikan kepada Pengprov dan Perkumpulan Bulu tangkis agar pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan diikuti oleh seluruh para pelaku pencurian umur.

(Baca: Hattrick Gelar Super Series, Marcus/Kevin Diberikan Apresiasi)
 
“Terhadap para pelaku manipulasi data atlet apabila membuat pengakuan tertulis pada masa pemutihan ini maka sanksi skorsing tidak akan diberlakukan. Untuk itu diharapkan program ini benar-benar menjadi perhatian bagi para pelaku dan kepada seluruh perkumpulan bulu tangkis agar segera menginventarisir para atletnya yang disinyalir menggunakan data usia yang tidak benar, dan meminta kepada orang tuanya untuk membuat pengakuan”, jelas Rachmat Setiyawan, Kepala Bidang Keabsahan dan Sistem Informasi PP PBSI, dilansir Badmintonindonesia.org, Rabu (19/4/2016).
 
“Setelah program pemutihan data/usia atlet berakhir maka Tim Keabsahan dan SI PP PBSI akan melakukan verifikasi faktual dan klarifikasi kepada instansi terkait. Jika terbukti bahwa data yang digunakan tidak benar maka sanksi skorsing diberlakukan kepada atlet dan tuntutan pidana akan diberlakukan kepada para pihak yang melakukan, lanjut Rachmat.
 
Ia pun mengatakan jika rencana strategis lainnya, Bidang Keabsahan dan SI PBSI mengajukan kerjasama antara PP PBSI dengan instansi yang berwenang mengeluarkan data kelahiran atlet.  Diantaranya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (klarifikasi Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga), Dinas Pendidikan (klarifikasi NISN) dan Badan Kepegawaian Negara (klarifikasi data keluarga pegawai negeri).

"Diharapkan dengan keterbukaan sumber data, proses penemuan kebenaran data atlet akan lebih mudah. Dukungan sebelumnya juga telah diberikan juga oleh Kepolisian RI dalam hal tidak lanjut proses tuntutan hukum,” pungkas Rachmat.

Video: Cetak Hattrick Gelar, Kevin/Marcus Raih Penghargaan
 


(REN)