Hong Kong Open Super Series 2017

Kekalahan di Final Hong Kong Open jadi Pelajaran Greysia/Apriyani

Gregah Nurikhsani Estuning    •    26 November 2017 19:55 WIB
bulu tangkishong kong terbuka
Kekalahan di Final Hong Kong Open jadi Pelajaran Greysia/Apriyani
Finalis Hong Kong Open Super Series 2017, Greysia/Apriyani (kiri) dan Chen/Jia (kanan). (Foto: badmintonindonesia.org)

Kowloon: Ganda putri Indonesia di Hong Kong Open Super Series 2017, Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus puas menempati posisi kedua usai dikalahkan pasangan Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan. Sembari tetap bersyukur, Apriyani akan menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran.

Greysia/Apriyani tidak mampu meladeni kecekatan dan kekuatan Chen/Jia sepanjang pertandingan. Meski sempat unggul pada game pertama 21-14, pasangan senior-junior itu akhirnya kandas juga pada dua game berikutnya, 16-21 dan 15-21.

Greysia menyebut, perubahan strategi yang dilakukan lawan pada game kedua dan ketiga membuat semuanya menjadi lebih sulit. Ke depannya, Greysia ingin menyempurnakan kekurangan yang ada.
 

Baca: Greysia/Apriyani Kalah di Final Hong Kong Open 2017


"Kami tetep bersyukur, tapi kami tetap harus melihat apa yang perlu dievaluasi dari penampilan kami. Memang dari awal kami tidak hanya mengharapkan mukjizat datang, tapi memang kami tahu kami harus berusaha dulu agar mukjizat itu datang," ujar Greysia kepada badmintonindonesia.org.

"Tapi pada game kedua mereka benar-benar mengubah strategi. Khususnya dengan semua rangkaian pertandingan dari awal hingga hari ini kami ambil positifnya, tapi kekurangan kami tetap harus disempurnakan agar menjadi kekuatan kami," sambungnya lagi.

Sementara bagi Apriyani, kekalahan itu tak membuatnya berkecil hati. Perjalanan di Hong Kong Open bakal ia jadikan sebagai pelajaran agar lebih konsisten pada kesempatan-kesempatan berikutnya.

Apri, begitu ia akrab disapa, menyadari jika dirinya terus menjadi incaran Chen/Jia sepanjang pertandingan, terutama di game kedua dan ketiga. Namun demikian, diakuinya bahwa ada sesuatu yang bisa ia ambil dari kegagalan itu.

"Banyak pelajaran yang saya ambil dari pertandingan final ini. Terutama game kedua dan ketiga. Dari awal Apri yang terus diincar, jadi Apri sudah kena duluan dan enggak yakin sama pukulan Apri sendiri," kata Apriyani.

"Tapi enggak apa-apa. Saya, Koh Didi (Eng Hian) dan Mas Chafidz (Yusuf) akan memberikan kesempatan buat Apri berkembang dulu. Kami mau juara, tapi kalau memang ini belum saatnya, berarti kan ada sesuatu yang harus diambil dari sini. Ke depannya tidak boleh lengah. Kalau mau juara, ya, kami harus bisa lebih konsisten dari ini dan enggak boleh lengah," Timpal Greysia.

Video: Marcus/Kevin Rebut Gelar Juara Hong Kong Open 2017
 


(KRS)