Indonesia Open Super Series Premier 2017

Sekjen PBSI Yakin Indonesia Open Tetap Dipadati Penonton

Patrick Pinaria    •    11 Juni 2017 22:47 WIB
bulu tangkisindonesia open super series premier 2017
Sekjen PBSI Yakin Indonesia Open Tetap Dipadati Penonton
Jumpa pers Indonesia Open 2017. (Foto: MTVN/Patrick)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Indonesia Open 2017. Salah satunya adalah waktu penyelenggaraan yang akan digunakan. Khusus tahun ini, Indonesia Open akan digelar pada bulan Ramadan atau tepatnya pada 12 hingga 18 Juni.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto sadar penyelenggaraan di bulan Ramadan akan menurunkan animo masyarakat. Namun, ia tetap optimistis turnamen tersebut akan tetap ramai dikunjungi penonton.


Klik: Marcus/Kevin Bangga jadi Tumpuan Indonesia


Sebab menurutnya, Indonesia Open 2017 terselenggara di Plenary Hall JCC yang tempatnya tidak sebesar Istora Senayan. Oleh karena itu, para penonton yang hadir akan terlihat padat meskipun jumlahnya tidak sebanyak biasanya.

"Tahun ini, Indonesia Open memang jatuh di bulan Ramadan. Jadi, kami sebetulnya sudah mencoba menegosiasi dengan BWF untuk mengubah jadwal turnamen. Tetapi, karena ada jadwal-jadwal turnamen lain, jadi kami tetap berjalan di bulan puasa," ujar Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto pada konferensi pers jelang Indonesia Open 2017, Minggu (11/6/2017).

"Pelaksanaan memang sedikit merugikan buat kami. Sebab, animo dan fokus masyarakat terhadap turnamen akan sedikit berkurang. Tetapi, ini menjadi berkah bagi kami juga. Sebab, dari venue baru dengan Istora berkurang kapasitas cukup banyak," lanjutnya.

"Jika di Istora kami bisa menampung hingga lima ribu penonton, di JCC ini kami sudah menghitung kapasitasnya tidak lebih dari 3.400. Jika ditotal dengan pemain dan official pertandingan, paling kami hanya bisa menampung 2.500 penonton," tambah Achmad.


Klik: Maria Sharapova Mundur dari Wimbledon 2017


Meski berlangsung di tempat yang berbeda yang kapasitas penontonnya tidak terlalu besar, Indonesia Open 2017 terbukti tetap dinanti para pecinta bulu tangkis Tanah Air. Itu diketahui karena tiket online yang diedarkan sudah ludes terjual.

"Mudah-mudahan kami tetap terlihat ramai, meskipun di bulan Puasa. Berita baiknya hingga saat ini, penjualan tiket online sudah habis. Jadi tidak ada kekhawatiran kami untuk kekurangan penonton. Buat para atlet, mereka tetap mendapatkan dukungan meriah dari penonton," tutup Achmad.

 


(KAU)