Dubai World Super Series Finals

PBSI Cari Komposisi Ganda Campuran Terbaik

Krisna Octavianus    •    20 Desember 2017 07:53 WIB
bulu tangkis
PBSI Cari Komposisi Ganda Campuran Terbaik
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti (Foto: Antara)

Jakarta: Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, angkat bicara soal penampilan para pemain di BWF Dubai World Super Series Finals 2017. Di turnamen berhadiah total satu juta Dollar AS ini, Indonesia meraih satu gelar lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Tim Merah-Putih punya tiga wakil yang berlaga di kejuaraan akhir tahun ini. Selain Kevin/Marcus di ganda putra, ada juga pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto di ganda campuran. Tontowi/Liliyana terhenti di babak semifinal, sedangkan Praveen/Debby tak tampil maksimal di laga perpisahan dengan gagal lolos dari penyisihan grup.

"Sebuah prestasi untuk Kevin/Marcus bisa menjadi juara lagi dan sepanjang tahun 2017 mereka bisa dapat tujuh gelar juara, suatu prestasi yang sangat membanggakan. Saya berharap 2018 masih mereka terus fokus persiapan menghadapi turnamen lain, dan turnamen yang menjadi target PBSI bisa tercapai,” kata Susy kepada Badmintonindonesia.

Sementara itu soal pencapaian pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Susy tak dapat berkomentar banyak. Menurutnya, Tontowi/Liliyana sudah berusaha maksimal di turnamen tersebut.

"Hasil di Dubai itu mungkin memang hasil maksimal buat Tontowi/Liliyana, mengingat dari usia Tontowi/Liliyana. Tahun depan mereka mungkin masih bisa main untuk jangka pendek, karena sifat profesionalisme mereka yang sangat baik,” tutur Susy.

"Saat ini kami mencari komposisi pasangan ganda campuran yang terbaik, yang diharapkan bisa segera ke atas, karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Kita tidak bisa mengandalkan Tontowi/Liliyana terus,” kata Susy.

Salah satu upaya dilakukan tim ganda campuran dengan mencerai pasangan Praveen/Debby. Turnamen di Dubai menjadi yang terakhir bagi pasangan yang sudah berduet kurang lebih empat tahun ini.

"Penampilan Praveen/Debby di turnamen terakhir memang kurang memuaskan. Mereka memang butuh penyegaran, sepertinya memang stuck. Seharusnya Praveen/Debby bukan hanya menjadi pelapis Tontowi/Liliyana, tapi juga mendampingi dan bisa berbagi beban,” ujar Susy.

Susy juga berharap baik Praveen/Debby bisa lebih termotivasi bersama pasangan baru. Praveen rencananya akan berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti, sedangkan Debby dengan Ricky Karanda Suwardi.

 


(KRS)