Jelang Indonesia Masters 2018

Liliyana Natsir Berharap Wajah Baru Istora Hapus 'Kutukan'

Kautsar Halim    •    22 Januari 2018 20:49 WIB
bulu tangkis
Liliyana Natsir Berharap Wajah Baru Istora Hapus Kutukan
Liliyana Natsir-Medcom.id/Kautsar Halim

Jakarta: Liliyana Natsir akan tampil di Indonesia Masters 2018. Bersama pasangannya di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad, Butet, begitu ia disapa bertekad menghapus 'kutukan' dengan melakukan persiapan dengan baik meskipun menemui sedikit kendala saat latihan.

"Persiapan memang sedikit terhalang karena Tontowi absen latihan untuk kelahiran putra keduanya. Tapi, itu bukan hambatan untuk memberikan yang terbaik. Apalagi kita menjadi tuan rumah dalam event ini," ujar Liliyana dalam jumpa pers jelang turnamen di Hotel Sultan, Jakarta, Senin 22 Januari 2018.

Tontowi/Liliyana memang menjadi tumpuan Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merebut gelar juara di ajang Indonesia Masters 2018. Meski keduanya tidak mempunyai catatan manis jika turnamen berlangsung di Istora, alias tidak pernah juara.

Baca juga: Istora 98 Persen Siap Helat Indonesia Masters 2018

Pasangan yang karib disapa Owi/Butet tersebut memang mampu menjuarai Indonesia Open 2017. Namun, event tersebut berlangsung di JCC Convention Hall, karena Istora masih direnovasi. Tercatat, di event serupa tahun 2011 dan 2012, meski masuk final, Owi/Butet gagal juara. 

Terkini, renovasi Istora hampir rampung dan siap digunakan kembali untuk ajang Indonesia Masters 2018. Perubahan signifikan terjadi dengan cahaya lampunya lebih terang dan embusan pendingin udaranya (AC) lebih sejuk.

Selain kualitas lapangan, Istora juga merenovasi tempat duduk penonton menjadi single seat (bangku tunggal). Nuansa memasuki Istora juga menjadi lebih kalem, karena perpaduan warna putih dan abu-abu di kursi penonton. 

Baca juga: Susy Susanti tak Berharap Tunggal Putri Juara

Butet yang sudah menjajal venue baru tersebut mengaku bangga dengan wajah baru Istora secara keseluruhan. Kepercayaan dirinya pun meningkat. Muncul harapannya dengan wajah baru Istora itu bakal menghapus kutukannya bersama Owi. 

"Dengan aura Istora yang baru, saya jadi punya harapan baru. Sebab, chemistry saya sama Owi di Istora memang kurang bagus. Sekarang, Istora sudah baru dan mudah-mudahan chemistry kami pun diperbarui. Kami benar-benar ingin menunjukkan bahwa Istora bukan sebuah kutukan bagi saya dan Owi," papar Butet.

Level Indonesia Masters 2018 saat ini naik tingkat menjadi grade empat atau setara dengan turnamen Superseries. Peta persaingan pun menjadi lebih ketat, karena para pebulu tangkis di ranking 20 besar di dunia ikut serta. 

Baca juga: Daftar Para Unggulan di Indonesia Masters 2018

Menanggapi hal tersebut, Butet menyadari bahwa usianya tidak muda lagi. Ia optimistis pengalamannya menjadi ganda campuran terbaik dunia bisa menjadi senjata ampuh saat harus bermain di rumha sendiri.

"Enggak bisa dipungkiri yang muda-muda lagi bagus dan naik daun. Tapi tetap, bagaimana caranya saya dan Owi mengatur strategi di lapangan. Kalau lawan memang lebih cepat dan kuat, kami juga tidak bisa berbohong bahwa faktor usia berpengaruh. Tapi, kami bisa mengandalkan pengalaman dalam pertandingan nanti," pungkas Butet yang sudah berusia 32 tahun saat Indonesia Masters 2018 digelar.

Owi/Butet bakal menghadapi salah satu pasangan muda yang lolos fase kualifikasi pada laga perdananya di Indonesia Masters 2018. Itu terjadi karena Chan Peng Soon/Liu Ying Goh asal mundur dari turnamen.

Video: Fajar/Rian Juara di Malaysia Masters 2018
 


(RIZ)