Performa Ahsan/Hendra Merosot

Mencermati Kemerosotan Ahsan/Hendra

Alfa Mandalika    •    03 Oktober 2016 17:16 WIB
bulu tangkis
Mencermati Kemerosotan Ahsan/Hendra
Mohammad Ahsan - Hendra Setiawan. (Foto: Ant/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sedang terpuruk. Itulah fakta nyata yang dialami oleh ganda putra unggulan Indonesia.

Pascakegagalan di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Ahsan/Hendra terus merosot. Mereka gagal total di ajang Jepang Terbuka dan Korea Terbuka.

Ahsan/Hendra nyaris mencapai babak final di ajang Jepang Terbuka. Namun, mereka harus menelan pil pahit lantaran takluk pada babak semifinal ketika menghadapi ganda Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen.

Baca: Ahsan/Hendra Tersingkir, Indonesia tanpa Gelar di Korea Open


Senasib dengan ajang Jepang Terbuka, Ahsan/Hendra kembali gigit jari di ajang Korea Terbuka. Menariknya, mereka takluk dari ganda Tiongkok yang sama pada babak perempat final.

Menanggapi kegagalan tersebut, legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata menyebut ada dua faktor yang membuat Ahsan/Hendra merosot. Pertama faktor fisik dan kedua motivasi.

"Menurut analisis saya, kegagalan di Olimpiade Rio de Janeiro masih berdampak pada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Fisik mereka masih terganggu dan menyebabkan performa mereka jadi kurang maksimal pada dua seri terakhir," kata Christian ketika berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (3/10/2016).

Menurut Koh Chris-sapaan akrab Christian, kegagalan di Olimpiade seharusnya bisa memberikan dampak positif. Ia kemudian memberikan contoh pasangan Lee Yong Dae/ Yoo Yeon Seong yang jadi juara pada Korea Terbuka.

Baca: Promosi TAFISA Games 2016 Digeber


"Dampak positif pascakegagalan Olimpiade dialami oleh Lee Yong Dae, ia berhasil menjadi juara di Korea, di rumahnya sendiri. Hal itu membuktikan bahwa Dae bersama pasangan membuktikan ingin segera bangkit," sambungnya.

"Sementara Ahsan/Hendra, saya melihat motivasi mereka untuk menjadi juara seperti pudar," imbuh peraih medali emas ganda putra SEA Games 1983.

Koh Chris mengungkapkan, secara kualitas permainan, Ahsan/Hendra masih bisa bersaing dengan pemain lainnya. Hanya, tinggal motivasi pemain saja yang perlu diperhatikan.

"Secara skill dan kemampuan, mereka tidak pernah terlempar dari lima besar. Namun, analisis saya motivasi mereka untuk mencapai prestasi tidak terlihat. Untuk pasangan yang mau dipisahkan, seharusnya motivasi lebih berlipat untuk mencapai kesuksesan," tegas Koh Chris.

Video: Feature Race GP2 Malaysia, Sean Gelael Finis ke-16

 


(ASM)