Titik Terang Bulu Tangkis Indonesia

Alfa Mandalika    •    30 Januari 2018 12:20 WIB
bulu tangkisthomas-uberasian games 2018
Titik Terang Bulu Tangkis Indonesia
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting menjuarai Indonesia Masters 2018. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta: Dunia bulu tangkis Indonesia menemui titik terang. Hal itu tercermin di gelaran Indonesia Masters 2018 yang belum lama ini dihelat.

Sebagai tuan rumah, kita patut berbangga kepada atlet-atlet Tanah Air. Setelah menempatkan empat wakil pada babak final, Indonesia akhirnya menjadi juara umum usai mengamankan dua gelar di nomor tunggal putra dan ganda putra.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi yang terbaik di tunggal putra. Pebulu tangkis 21 tahun itu menundukkan wakil Jepang Kazumasa Sakai dengan kemenangan straight set 21-13 dan 21-12 dalam waktu 34 menit.

Sementara di ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melanjutkan torehan hebatnya. Pasangan nomor satu dunia itu menyudahi perlawanan ganda Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen.


Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: AFP/Adek Berry)

Marcus/Kevin terlibat pertarungan sengit. Set pertama, Marcus/Kevin dipaksa menyerah dengan skor 11-21. Namun, dua set selanjutnya, Marcus/Kevin bangkit dengan skor 21-10 dan 21-16.

Sementara dua nomor lainnya, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus mengakui keunggulan ganda Jepang Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi. Lalu, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyerah di tangan ganda muda Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Kendati demikian, di tengah upaya meningkatkan prestasi bulu tangkis, prestasi atlet harapan bangsa perlahan terlihat.

Baca: Kemenangan Anthony Ginting di Final tak Lepas dari Peran Suporter


Jaga momentum
PBSI beserta segenap atlet bulu tangkis Indonesia sepatutnya menjaga momentum positif di Indonesia Masters 2018. Efek gelar juara harus dikelola menjadi energi positif dan optimisme untuk meraih prestasi di ajang lainnya. 

Apalagi, dua ajang besar sudah menunggu tahun ini yakni Piala Thomas dan Uber yang bakal dihelat di Bangkok, Thailand, pada 20 - 27 Mei serta Asian Games ke-18 dengan kita sebagai tuan rumah pada 18 Agustus - 2 September.

Berbicara Piala Thomas, Indonesia harus kerja keras. Sejarah mencatat, kontingen Merah Putih terakhir kali merebut trofi simbol supermasi bulu tangkis beregu putra dunia itu pada 2002 atau 16 tahun yang lalu.

Melihat tren positif yang ditunjukkan oleh pebulu tangkis putra Indonesia, kita bisa berharap. Namun, butuh kesungguhan dari segenap pihak yang terlibat untuk mencapai mimpi bersama.

Sedangkan di Piala Uber, Indonesia menunggu waktu lebih lama lagi. Terakhir kali para srikandi bulu tangkis menjuarai Piala Uber pada 1996 atau 22 tahun yang lalu.

Baca: Dramatis, Marcus/Kevin Sabet Gelar Juara Indonesia Masters


Selain Piala Thomas dan Uber, kontingen Indonesia bakal menghadapi persaingan di Asian Games 2018. Kita berharap kesuksesan di Indonesia Masters bisa berlanjut di Asian Games dan juga menular ke cabang-cabang olahraga lainnya.

Program pemerintah yang memberikan kepastian masa depan kepada atlet berprestasi dengan menjadi pegawai negeri sipil, diharapkan bisa memotivasi para atlet untuk meraih prestasi tertinggi.

Dengan momentum positif yang terus dikelola baik, kita tidak hanya bisa sukses dalam penyelenggaraan sebagai tuan rumah, tetapi kita percaya para atlet bisa sukses di multiajang Asian Games 2018.

Tak ingin ketinggalan berita seputar olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Juara Australia Terbuka 2018 Pamer Piala


(ASM)