China Open 2018

Greysia/Apriyani Masih Penasaran dengan Ganda Putri Jepang

Kautsar Halim    •    23 September 2018 06:27 WIB
bulu tangkis
Greysia/Apriyani Masih Penasaran dengan Ganda Putri Jepang
Ekspresi kecewa Greysia Polii/Apriyani Rahayu setelah ditaklukkan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. (Foto: Greysia Polii/Apriyani Rahayu) .

Changzhou: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, terpaksa menelan pil pahit kekalahan pada semifinal China Open 2018, Sabtu 22 September. Tren negatif itu terjadi setelah berhadapan dengan wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.    

Misaki/Ayaka memang lebih unggul secara di atas kertas ketimbang Greysia/Apriyani. Selain diuntungkan head to head (rekor pertemuan), Misaki/Ayaka juga pemilik medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Kendati demikian Greysia/Apriyani yang berstatus sebagai unggulan keempat tetap bisa memberikan perlawanan dengan baik. Mereka sempat memaksa Misaki/Ayaka untuk bertanding selama 1 jam 17 menit sebelum akhirnya kalah dengan dengan skor, 17-21, 21-12 dan 16-21.

Klik: Greysia/Apriyani Gugur, Indonesia Hanya Kirim Satu Wakil ke Final

Greysia/Apriyani punya beberapa peluang emas untuk merebut kemenangan pada game ketiga. Terlebih lagi, saat  membalikkan keadaan menjadi unggul dengan skor, 16-15. Sayangnya, Misaki/Ayaka pantang menyerah dan langsung melesat untuk memenangkan pertandingan.

"Sejujurnya kami sedih dengan hasil ini. Permainan sudah lebih baik dan ingin sekali lebih dari semifinal. Meski begitu, kami tetap bersyukur dan harus melewat fase ini," kata Greysia seusai laga.

"Lawan juga tegang dan sering membuat kesalahan. Tapi kami tidak bisa mengambil kesempatan saat poin-poin kritis. Kami seperti hilang kendali," tambahnya.

Klik: Demi Tiket Final, Carolina Marin Kembali Taklukkan Nozomi

Pertandingan ini bukanlah laga pertama Greysia/Apriyani dengan Misaki/Ayaka. Sebelumnya, kedua pasangan memang sudah saling bentrok sebanyak tujuh kali di berbagai turnamen internasional. Dalam sekian banyak kesempatan itu, Greysia/Apriyani baru bisa menang sekali.

"Rasanya penasaran sekali karena permainan kami sudah benar. Tapi, saya pribadi harus mengakui bahwa belum bisa konsisten dan fokus dalam pertandingan tadi. Saya kalah pengalaman. Mereka panik tapi tetap bisa mengatasinya," ujar Apriyani. 

"Kami sudah menjajal permainan mereka secara bergiliran di tiap turnamen. Kalau tidak kalah dari pasangan ini, sama pasangan (Jepang) lainnya. Mau lawan siapa pun hasilnya masih sama. Tapi, masalahnya bukan karena lawan melainkan kami sendiri," tutup Greysia.

Selain Greysia/Apriyani, masih ada dua wakil Indonesia lainnya yang berlaga di semifinal, yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra). Tapi, hanya Anthony saja yang bisa lolos ke final karena menang dari Chou Tien Chen. 




(KAU)