SEA Games 2017 Cabor Bulu Tangkis

Gagal Penuhi Target Tiga Emas, Ini Analisis Susy Susanti

Krisna Octavianus    •    28 Agustus 2017 20:39 WIB
sea games 2017
Gagal Penuhi Target Tiga Emas, Ini Analisis Susy Susanti
Ihsan Maulana Mustofa gagal menembus final SEA Games 2017 (Foto: PBSI)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Manajer tim bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2017, Susy Susanti, membeberkan hasil pengamatannya atas penampilan para pemain, khususnya laga semifinal hari ini di Axiata Arena, Kuala Lumpur.
 
Indonesia dipastikan tidak bisa memenuhi target tiga medali emas. Satu emas sudah didapat dari nomor beregu putra, masih ada satu harapan menambah emas lewat tunggal putra Jonatan Christie yang lolos ke final perorangan. Sedangkan, empat perunggu disumbangkan tim beregu putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), Gregoria Mariska (tunggal putri), dan Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra).

BACA: Toro Rosso Tunjuk Sean Gelael Sebagai Pembalap di Empat Sesi Latihan Bebas F1
 
Tiga partai yang berakhir kekalahan pada semifinal dinilai Susy seharusnya tidak terjadi. Pasalnya tiap pemain sudah punya peluang besar untuk menang dengan memimpin perolehan angka. Akan tetapi, justru lawan dapat membalikkan keadaan dan menang.
 
"Target tiga medali emas memang tidak tercapai. Ini patut dievaluasi, harusnya saat pertandingan penting seperti ini pemain tidak boleh hilang fokus. Dalam tekanan seperti apapun, harusnya di atas angin, bukan sebaliknya. Inilah salah satu faktor kekalahan tiga partai, sebetulnya mereka bisa," kata Susy yang dijumpai di Axiata Arena.
 
Fajar/Rian ditundukkan wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan skor 17-21, 21-23. Di game kedua, Fajar/Rian unggul jauh 17-12, 19-14 dan 20-17. Akan tetapi, mereka tak mampu menyudahi game kedua dengan kemenangan.
 
"Ganda putra juga missed target, yang diprediksi itu tunggal dan ganda putra yang jadi andalan. Faktor yang menjadi titik lemah kita adalah nekadnya, beraninya yang kurang. Saat mereka tertekan, enggak bisa berkembang. Saat unggul, justru gagal fokus, gampang banget buang poin," sesal Susy.
 
“Hal-hal  ini yang harus kita perhatikan, karena bukan sekali dua kali seperti itu. Saat pertandingan beregu, Fajar/Rian mengalami hal yang sama, game pertama menang, game kedua sudah leading, gagal. Di perorangan kita lihat tadi juga begitu. Kejadian begini dua kali berturut-turut, seharusnya belajar dari pengalaman” tambah Susy.
 
Kejadian yang sama terulang di nomor tunggal. Gregoria cuma butuh satu poin lagi untuk memenangkan game pertama atas Soniia Cheah (Malaysia) saat memimpin 20-17. Sebelumnya Gregoria juga unggul jauh 17-11.
 
Ihsan pun tak dapat memanfaatkan keunggulannya atas Khosit Phetpradab (Thailand), ketika unggul 16-10 dan 20-18.
 
"Begitu juga dengan Gregoria, lalu juga Ihsan. Ada kesempatan, sudah unggul, tidak bisa menekan lawan. Saat kita unggul, harusnya benar-benar menekan, enggak boleh kasih kesempatan sedikitpun. Tetapi ini hilang fokus sedikit, langsung hilang (poin),” jelas Susy.
 
“PR kami banyak, ternyata tidak satu dua pemain saja. Kami akan diskusi dengan pelatih, seperti apa jalan keluarnya. Intinya atletnya harus mengubah mindset mereka sendiri,” tutur Susy.
 
BACA: Eko Yuli Dikalahkan Lifter 22 Tahun

Susy juga tak menerima alasan kondisi lapangan yang berangin. Menurutnya lawan pun mengalami hal yang sama. Kini, Susy meminta para pemainnya harus bisa mengontrol permainan, saat tertinggal bisa membalikkan keadaan dan ketika unggul terus menekan, tak memberikan kesempatan kepada lawan.
 
Susy berharap Jonatan yang menjadi satu-satunya wakil di final akan tampil baik dan merebut medali emas.
 
"Mudah-mudahan Jonatan mainnya normal, tenang, dan lebih berani. Saya berharap Jonatan bisa mengatasi ini (faktor non teknis),” pungkas Susy. (PBSI)

 


(KRS)