Jelang Piala Thomas dan Uber 2018

Indonesia Tergabung di Grup Neraka, Susy Susanti Tetap Optimistis

Krisna Octavianus    •    24 Maret 2018 01:36 WIB
bulu tangkis
Indonesia Tergabung di Grup Neraka, Susy Susanti Tetap Optimistis
Hasil undian Piala Thomas dan Uber. (Foto: bwfthomasubercup)

Jakarta: Ajang Piala Thomas dan Uber 2018 semakin dekat dengan Indonesia berada di grup neraka. Menanggapi hal itu, Susy Susanti mengaku tim Indonesia menerima hasil undian, meski diakuinya berat.

Dari tim Thomas, Indonesia menjadi anggota grup B yang juga diisi oleh Korea, Kanada, dan Thailand. Tim putra berada satu grup bersama tim tuan rumah yang berpotensi memberikan kejutan.

Sementara dari tim Uber, Indonesia masuk ke grup D yang beranggotakan Tiongkok, Prancis, dan Malaysia. Grup tim putri itu dinilai merupakan tantangan berat bagi Indonesia dengan hadirnya Tiongkok dan Malaysia.

Menanggapi hasil undian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti memilih tidak terlalu memusingkan hasil undian. Dituturkan Susy, hasil undian memang menempatkan baik tim Thomas maupun tim Uber Indonesia bersama para unggulan, tetapi Susy menanggap semua masih punya peluang .

"Harus bisa terima hasil undian seperti apa pun, kalau mau menang harus siap lawan siapa saja. Pokoknya minimal harus masuk dua besar di penyisihan grup supaya bisa ke perempat final," kata Susy kepada Badmintonindonesia.org.

"Pokoknya lihat yang benar-benar ada di depan dulu. Kalau lihatnya batu besar di gunung, masih jauh, padahal ada kerikil di depan kita, tapi kita enggak lihat, ya tetap saja bisa jatuh," ujarnya.

Dua tahun lalu di Piala Thomas dan Uber yang berlangsung di Kunshan, Tiongkok, tim putra berhasil mencapai babak final dan dikalahkan Denmark dengan skor 2-3. Sementara, tim putri terhenti di perempat final setelah dikalahkan Korea 0-3.

Jika melihat pencapaian terakhir serta materi pemain, tim Thomas memang ditarget lebih jauh ketimbang tim Uber. Dalam kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018, tim putra Indonesia menjadi juara dengan mengalahkan Tiongkok di final dengan skor 3-1, sedangkan tim putri menjadi semifinalis usai ditaklukkan Jepang dengan skor 0-3.

"Memang tim Thomas lebih besar peluangnya, lebih punya kans. Kalau target, maunya Piala Thomas kembali ke Indonesia. Tetapi kami berpikir satu-satu dulu. Intinya semua harus lewat proses. Kami harus tetap optimistis, selalu semangat. Kekompakan dan saling dukung dalam tim itu sangat besar pengaruhnya. Ada yang di perorangan bagus, tapi di tim event kurang atau sebaliknya. Ini yang harus disatukan lagi, hati, dan tujuannya harus sama,” sebut Susy.

"Menurut kami, untuk tim Uber, hasil semifinal sudah cukup bagus. Target awal harus lolos penyisihan grup dulu. Hasil di BATC kemarin bisa jadi modal, tim putri memberi perlawanan ke tim juara Asia, tim putri Indonesia tidak gampang juga dikalahkan,” tutur Susy.

Bicara soal komposisi pemain dalam tim inti, hingga saat ini Susy dan tim PBSI masih berdiskusi soal siapa saja yang layak masuk tim inti. Tentunya nama-nama pemain top seperti pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, kemungkinan besar akan masuk dalam tim inti.

Sedangkan untuk tim Uber, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi andalan. Di nomor tunggal, Fitriani masih menjadi ujung tombak.

"Peluang tetap ada, paling tidak, hasil di BATC bisa jadi motivasi dan percaya diri yang lebih. Intinya kami tidak mau membebani atlet, maunya tim Uber bisa ke semifinal. Di awal kami fokus ke grup stage dulu,” jelas Susy.

"Tim Thomas harus siap, siapa pun lawannya. Apa yang positif bisa diambil dari BATC, ya diambil, misalnya jadi lebih percaya diri. Jangan lihat sebagai beban karena sudah juara Asia. Itu kan sudah berlalu, sekarang mulai baru lagi,” katanya.

Susy juga mengatakan tak menutup kemungkinan diadakan berbagai program persiapan seperti latihan bersama, team building, atau simulasi. Segala sesuatunya akan disesuaikan dengan jadwal pertandingan, kondisi atlet, serta program latihan di tiap sektor. Berdasarkan informasi dari BWF (Federasi Bulu tangkis Dunia), nominasi tim inti harus diserahkan pada Minggu 6 Mei 2018.

 


(KRS)