Indonesia Masters 2019

Alasan Sony Dwi Kuncoro Jadikan Istri sebagai Pelatih

Kautsar Halim    •    22 Januari 2019 23:13 WIB
bulu tangkisindonesia mastersSony Dwi Kuncoro
Alasan Sony Dwi Kuncoro Jadikan Istri sebagai Pelatih
Setelah tidak lagi menghuni Pelatnas PBSI, Sony Dwi Kuncoro kini dilatih oleh sang istri, Gading Safitri. (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Sejak keluar Pelatnas sekitar 2014 silam, Sony berlatih di bawah pengawasan sang istri, Gading Safitri. Selain sebagai pelatih, sang istri juga menjabat sebagai manajer pebulutangkis berusia 35 tahun itu.

Jakarta: Sony Dwi Kuncoro memang tidak muda lagi ketika usianya menginjak 35 tahun pada musim ini. Tapi, dia tetap bersemangat melanjutkan karier sebagai tunggal putra profesional Indonesia.

Bukti besarnya semangat Sony ditunjukkan ketika melalui fase kualifikasi Indonesia Masters 2019, Selasa 22 Januari. Saat itu, dia menang atas dua pebulu tangkis muda Tanah Air, Vicky Angga Saputra dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Di balik tren positif itu, Sony punya latar belakang menarik. Ternyata dia tidak punya pelatih resmi dan hanya didukung Tjakrindo Masters yang menjadi klubnya untuk mengarungi berbagai turnamen.
 

Baca: Usia Bukan Kendala, Sony Dwi Kuncoro Libas Dua Tunggal Putra Indonesia


Sejak keluar Pelatnas sekitar 2014 silam, Sony masih didampingi Gading Safitri yang berstatus sebagai istrinya untuk mempersiapkan diri. Pilihan itu dia ambil karena Safitri punya kapasitas sebagai manajer maupun pelatih.

"Selama ini saya memang berlatih dengan istri. Kemudian, ikut turnamen juga bayar sendiri. Kalau sama pelatih pribadi, nanti malah keluar biaya tambahan lagi," kata Sony sambil tersenyum ketika ditanya alasan menjadikan istrinya sebagai pelatih.

"Tapi, itu dilakukan bukan untuk mengurangi pengeluaran juga. Saya sudah mencoba menggunakan pelatih dan malah tidak cocok. Istri lebih hafal kekurangan dan kelebihan saya. Kemudian, dia bisa menjadi manajer juga kalau ada undangan," tambahnya ketika dikonfirmasi lebih lanjut oleh medcom.id.
 

Baca juga: Usai Indonesia Masters, Liliyana Natsir Gantung Raket


Sony sudah kenyang pengalaman sebagai tunggal putra Indonesia. Prestasi terbaiknya adalah bertengger di urutan tiga dunia serta dua kali tampil di Olimpiade (2004 dan 2008). 

Sekarang, Sony berada di ranking 59 dunia. Dia mengklaim tidak punya target khusus untuk mengarungi 2019, termasuk menabung poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. 

"Saya tidak berpikir ke Olimpiade. Saya hanya mau menikmati pertandingan dan main enjoy saja. Saya main seperti apa juga terserah. Saya akan mensyukuri apapun pencapaiannya," pungkas Sony.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Jelang Indonesia Masters 2019



(ACF)