Evaluasi Greysia/Apriyani setelah Menjuarai Thailand Open 2018

Kautsar Halim    •    18 Juli 2018 13:15 WIB
bulu tangkis
Evaluasi Greysia/Apriyani setelah Menjuarai Thailand Open 2018
Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menjuarai Thailand Open 2018. Prestasi itu memang bukan gelar pertama maupun pencapaian terbaik mereka di level tertinggi. Namun, hasil di sana lebih spesial karena Greysia/Apriyani bisa menaklukkan musuh bebuyutannya, yakni Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Ganda putri Jepang itu dianggap sebagai musuh bebuyutan karena selalu menang atas Greysia/Apriyani dalam lima pertemuan sebelumnya. Menariknya, tren positif itu tidak kembali terulang saat bentrok dengan Greysia/Apriyani di final Thailand Open 2018 akhir pekan lalu.

Klik: Respons Haru Lalu Zohri soal Rencana Renovasi Rumah di NTB

Saat itu, Greysia/Apriyani malah bisa dibilang menang mudah karena laga hanya berlangsung dalam dua game dengan skor telak, 21-13, 21-10. Dengan begitu artinya, kedudukan head to head untuk mereka menjadi 1-6.

Eng Hian selaku Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI tidak terkejut dengan prestasi Greysia/Apriyani di Thailand Open 2018. Pasalnya, dia tahu benar kualitas anak-anak asuhnya dan biasanya jika sampai Greysia/Apriyani gagal juga karena permasalahan non-teknis. 

"Sebetulnya, jika Greysia/Apriyani bisa mengeluarkan semua kemampuan mereka dan mengatasi masalah non-teknis di lapangan, maka hasilnya akan dahsyat," komentar Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian

"Mereka berdua harus sadar bahwa potensi mereka begitu luar biasa. Tinggal bagaimana cara mereka mengendalikan diri untuk fokus seratus persen pada permainan," tambahnya.

Klik: Lalu Zohri Meminta Polemik Bendera tak Diungkit Lagi

Kendati demikian, Eng melanjutkan, terdapat strategi baru yang diberikan Greysia/Apriyani ketika mengalahkan Matsutomo/Takahashi. Menurut dia, strategi itu didapat setelah bereksperimen lewat ganda putri Indonesia lainnya yang juga berhadapan dengan Matsutomo/Takahashi di ajang Indonesia Open 2018.

"Saya sempat melakukan eksperimen saat Misaki/Ayaka berhadapan dengan Virni Putri/Jauza Fadhila Sugiarto dan Agatha Imanuela/Fadia Silva Ramadhanti," ungkap Eng.

"Lalu, strategi itu saya coba terapkan untuk Greysia/Apriyani yang memiliki kemampuan lebih matang dan pengalaman lebih banyak. Ternyata strategi itu berhasil," tambahnya menutup.

Kesuksesan di Thailand diharapkan dapat menjadi pelecut semangat Greysia/Apriyani untuk mengarungi dua event besar yang telah menanti, yakni Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Asian Games 2018. (RO)




(FIR)