Australia Open Super Series 2017

Tersingkir dari Australia Open, Tontowi/Liliyana Mengaku Kehabisan Stamina

Krisna Octavianus    •    21 Juni 2017 11:24 WIB
bulu tangkis
Tersingkir dari Australia Open, Tontowi/Liliyana Mengaku Kehabisan Stamina
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mengembalikan kok ke arah ganda campuran Cina Zheng Siwei dan Chen Qingchen pada final BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (18/6). (Foto: MI/ROMMY

Metrotvnews.com, Sydney: Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir tersingkir dari babak pertama Australia Open Super Series 2017 setelah ditaklukkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Unggulan keenam asal Indonesia ini kalah dengan skor 17-21, 16-21.

Juara BCA Indonesia Open Super Series Premier ini mengaku faktor kekalahan mereka karena masih kelelahan usai turnamen di JCC Senayan pekan lalu. Apalagi, disebut Butet, mereka selalu bermain pada malam hari yang membuat stamina mereka habis.

BACA: Pebulu Tangkis Muda Dominasi Pelatnas

Pada pertandingan tadi mereka memang terlihat tidak bisa bermain seperti biasanya. Pergerakan Owi/Butet terlihat terbatas di samping diakui Butet lawan mereka juga tampil bagus.

"Memang tidak bisa dipungkiri stamina kami belum kembali lagi, kami baru sampai Australia hari Selasa pagi dan selama di Indonesia Open mainnya malam terus. Tetapi hari ini lawan juga bermain cukup bagus, kami terlalu lambat start-nya, kami juga kurang antisipasi," ujar Liliyana kepada Badmintonindonesia.org.

"Kami sudah mencoba untuk mengejar, tetapi ketrertinggalan kami terlalu jauh. Kami tidak bisa mempercepat irama permainan, tetap lambat. Saya sudah komunikasi sama Owi untuk lebih cepat, tetapi sampai game kedua masih ketinggalan terus. Lawan banyak kesempatan untuk menyerang kami," tambah Liliyana.

Tak jauh beda dengan Liliyana, Tontowi juga menyebut faktor recovery yang kurang menjadi faktor kekalahan mereka.

"Waktu recovery masih kurang, apalagi di Indonesia Open kami main habis-habisan. Di pertandingan tadi sih saya tahu mau main bagaimana dan harus lebih cepat, tetapi kondisi badan tidak mendukung. Memang ini tidak bisa dijadikan alasan, tetapi memang ini keadaannya. Lawan pun tampil bagus, tidak mudah mematikan mereka dalam sekali dua kali pukulan saja," timpal Tontowi.

 


(KRS)