Indonesia Masters 2018

Sisakan Satu Wakil pada Perempat Final, PBSI Evaluasi Ganda Putra

A. Firdaus    •    26 Januari 2018 14:51 WIB
bulu tangkisindonesia masters
Sisakan Satu Wakil pada Perempat Final, PBSI Evaluasi Ganda Putra
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Ganda putra menyisakan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada perempat final Indonesia Masters 2018. Sementara tiga wakil lain harus tersingkir pada babak kedua.

Ketiga wakil yang gugur pada putaran kedua adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardiato, dan Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro. Pasangan terakhir, Hendra/Rian dikalahkan Marcus/Kevin.

Sementara khusus Fajar/Rian dan Berry/Hardi, Indonesia Masters 2018 adalah turnamen ketiga yang diikuti Fajar/Rian dan Berry/Hardi. Sebelumnya mereka juga ambil bagian di kejuaraan Thailand Masters dan Malaysia Masters 2018. Fajar/Rian keluar sebagai juara di Malaysia.

Klik di sini: Daftar Pemain NBA All-Star 2018

Pada turnamen yang berhadiah USD350 ribu atau setara Rp4,6 miliar ini, Fajar/Rian dihentikan unggulan kedua asal Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 15-21, 12-21. Sedangkan Berry/Hardi tunduk dari Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 11-21, 18-21.

“Ini adalah turnamen ketiga yang diikuti Fajar/Rian, memang tak bisa dipungkiri bahwa lawan lebih fit dan lebih segar dari Fajar/Rian. Karena kondisi fisik mereka sudah terkuras, otomatis tenaga tangannya pun berkurang dan banyak pukulan yang tidak akurat yang akhirnya salah sendiri,” kata Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI.

“Yang paling susah itu menjaga fokusnya, kalau fisik mungkin memang capek, tapi lebih capek lagi pikiran dan jaga konsentrasinya,” jelas Herry seperti rilis yang diterima dari PBSI.

Klik di sini: MotoGP 2018: Marquez dan Pedrosa Launching Motor Baru di Jakarta

Pria yang akrab disapa Herry IP, idealnya yang harus diikuti setiap pemain adalah dua turnamen beruntun. Tapi jika ingin menjadi pemain dunia, Fajar/Rian memang harus melewati fase tersebut.

"Sama halnya dengan pasangan senior lainnya, termasuk Kevin/Marcus, mereka juga pernah dalam posisi seperti ini,” sambungnya.

Berbeda dengan kekalahan Fajar/Rian, menurut Herry, Berry/Hardi semestinya dapat mengatasi Chen/Wang.

“Menurut saya kekalahan Berry/Hardi tidak seharusnya terjadi, ini lebih ke faktor non-teknis. Memang mereka juga mengikuti tiga turnamen beruntun, tapi pencapaiannya kan maksimal, jadi seharusnya secara fisik tidak ada masalah, saya pun tanya ke mereka, katanya tidak capek,” tutur Herry.

"Berry/Hardi seharusnya lebih pintar dalam mengatur pola permainan. Antisipasi mereka akan perubahan pola main masih kurang. Misalnya harus ubah ke pola A ke pola B, proses berubah polanya ini yang lama,” pungkas Herry.

Kini, Herry hanya bertumpu dan berharap agar Marcus/Kevin bisa mempersembahkan trofi untuk ganda putra. Apalagi mereka adalah unggulan pertama pada turnamen ini.

Debut Para Pasangan Baru Pelatnas



(ASM)