Simon Santoso Menggelar Pelatihan Bulu Tangkis di Tegal

Alfa Mandalika    •    26 November 2017 11:00 WIB
bulu tangkis
Simon Santoso Menggelar Pelatihan Bulu Tangkis di Tegal
Coachng clinic Djarum Foundation di Tegal, Jumat (24/11) (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Jakarta: Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar coaching clinic untuk atlet pemula dan pelatih di Tegal, Jawa Tengah, Jumat 24 November. Kegiatan ini melibatkan sejumlah legenda dan pelatih PB Djarum, di antaranya Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Rendra Wijaya, Meiliana Jauhari, dan Simbarsono.

Selain itu, Djarum Foundation juga mengajak Simon Santoso, mantan pebulu tangkis kelahiran Kota Tegal. Acara yang di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, diikuti oleh sekitar 60 pelatih serta 250 atlet kelompok U-9 sampai U-14 yang berasal dari klub-klub yang tersebar di Tegal, Brebes, dan Slawi.
 
"Djarum Coaching Clinic di Tegal ini dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis dari para legenda dan pelatih PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda di Tegal dan sekitarnya. Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat Tegal terhadap bulutangkis," tutur Program Director Bakti Olahraga Yoppy Rosimin di sela-sela sesi pelatihan.

Baca: Jalani Laga Melelahkan, Greysia/Apriyani Sukses Amankan Tiket Final

 
Kegiatan kepelatihan ini terbagi dalam tiga sesi. Yaitu pada pagi hari untuk pelatih, dan kemudian dilanjutkan pelatihan untuk pemain usia 9-11 tahun dan pemain usia 12-14 tahun. Khusus bagi pelatih juga diadakan materi di kelas dengan pengajaran teknik dasar dan melatih bulu tangkis.
 
"Dengan Djarum Coaching Clinic diharapkan dapat memotivasi para pebulutangkis muda di wilayah Tegal dan sekitarnya untuk menekuni karier dan meraih prestasi," tambah Yoppy.
 
Program coaching clinic ini rutin digelar. Sebelumnya, acara serupa pernah berlangsung di Bandung, Palembang, Makassar, Manado, Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Cirebon, Cilegon, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Bogor, Solo, Banyuwangi, Bandar Lampung, dan Gorontalo.
 
Simon Cari Penerusnya di Tegal
 
Ikut terlibat dalam coaching clinic di Tegal, Simon Santoso mengaku gerah dengan minimnya bibit pebulu tangkis potensial yang berasal dari kota kelahirannya ini. Dengan acara ini, ia berharap ada dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelatih dan atlet muda di Tegal.
 
“Saya melihat perkembangan bulu tangkis di Tegal sekarang ini agak mandeg ya. Terus terang saya rindu ada regenerasi dan kemunculan bibit-bibit baru. Makanya saya sangat semangat berpartisipasi di Djarum Coaching Clinic ini. Mudah-mudahan segera ada lagi penerus saya di Tegal,” tutur Simon.
 
Dalam coaching clinic, Simon langsung memberikan pengajaran kepada para pelatih-pelatih lokal. Menurutnya, perlu ada pemahaman yang benar mengenai teknik dasar bulu tangkis dan juga pola pelatihan bagi anak-anak usia dini. Ia berharap ada peningkatan kualitas pelatih di Tegal yang kemudian berimbas pada peningkatan kualitas atlet-atlet muda di Tegal.
 
“Pelatihan ini penting sekali bagi para pelatih di Tegal. Mungkin ada yang pemahamannya masih salah, maka tadi saya coba terangkan menurut pengalaman dan ilmu saya. Semoga bisa memberikan manfaat,” terang mantan Juara Indonesia Open Superseries 2012 ini.
 
Respons positif ditunjukan oleh para peserta yang merupakan pelatih-pelatih lokal di Tegal. Muhammad Saefuddin, pelatih dari PB Galaxy Tegal mengatakan ada pengalaman-pengalaman baru yang mereka dapatkan dari para legenda dan pelatih PB Djarum.
 
Selama ini para pelatih lokal jarang sekali mendapatkan pengetahuan secara langsung dari para mantan atlet sekelas Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, dan sebagainya. “Banyak hal-hal baru yang kami dapatkan tadi dari para senior. Seperti misalnya bagaimana menangani anak-anak yang masih kecil dan juga teknik dasar yang benar,” ujarnya.

 


(REN)