Tersisa Tribun Nostagia dalam Renovasi Istora

Kautsar Halim    •    20 Januari 2018 12:09 WIB
Tersisa Tribun Nostagia dalam Renovasi Istora
Tribun di Istora Senayan. (Foto: Kautsar/Medcom)

Jakarta: Ada yang berbeda dari hamparan tribun baru di Istora, Senayan, Jakarta. Jika yang lainnya sudah menggunakan single seat (bangku tunggal), namun masih terdapat lima jajar tempat duduk bergaya lama atau masih terbuat dari kayu.

Jajaran bangku klasik tersebut bisa terlihat berada di sisi kanan dan kiri tribun VIP. Warnanya dicat cokelat dan tampak berbeda sekali dengan single seat berbahan plastik yang memiliki corak abu-abu tua dan muda.

Setelah dikonfirmasi kepada Mimi Irawan selaku Asisten Manajer Pertandingan Indonesia Master 2018, adanya bangku antik tersebut sama sekali tidak mengurangi progres renovasi. Bangku itu memang sengaja dibiarkan sebagai kenang-kenangan bentuk tribun yang lama.

"Sebut saja itu bangku nostalgia. Jadi, memang dibiarkan tetap ada di sini," kata Mimi saat memantau progres renovasi Istora yang sudah mencapai 80 persen, Jumat 19 Januari 2018. 

Klik: Tontowi Ahmad Dikaruniai Putra Kedua

"Itu memang sengaja dilakukan sebagai cagar budaya dan agar generasi penerus juga tahu kalau tribun Istora itu dulunya terbuat dari kayu," tambahnya.

Istora direnovasi sejak 2016 untuk menyambut event Asian Games 2018. Hingga kini proses renovasi mendekati rampung. Sebagai uji coba, Istora bakal menggelar Indonesia Master pada 23 - 28 Januari mendatang.

Ada beberapa perubahan yang ditonjolkan pada venue yang dibangun sejak 1960. Beberapa di antaranya adalah, bentuk tribun, bentuk toilet, serta warna cat ketika memasuki lapangan.

Sementara itu, atapnya yang khas berbentuk gelombang dan tata letak ruangannya juga tetap dipertahankan dengan alasan sebagai cagar budaya.

Video: Proliga 2018: Jakarta Pertamina Energi Taklukkan Elektrik PLN