Indonesia Open 2018 Super 1000

Kemenangan Tommy Sugiarto Diiringi Cedera Pergelangan Kaki

Krisna Octavianus    •    05 Juli 2018 19:16 WIB
bulu tangkis
Kemenangan Tommy Sugiarto Diiringi Cedera Pergelangan Kaki
Tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Tommy Sugiarto berhasil melaju ke perempat final Indonesia Open 2018 World Tour Super 1000 usai mengalahkan Chou Tien Chen asal Taiwan dengan skor 21-13, 14-21, dan 21-18. Kemenangannya diiringi dengan cedera engkel kaki kanan.

Tommy harus bermain selama 1 jam 3 menit untuk bisa melaju ke babak delapan besar. Dia mengaku, pola bermainnya bisa berjalan dengan baik, terutama pada game ketiga.

Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal akibat cedera yang dia derita di bagian pergelangan kaki kanan. Dia kini fokus memulihkan kondisi sebelum melawan Kento Momota besok, Jumat 6 Juli.

“????Game pertama lebih enak k?arena ?diuntung?kan lapangan yang bisa? ?mengontrol bola. Pada game kedua ?saya merasakan apa Chou rasakan. Susah sekali kontrol anginnya. Tetapi game ketiga sesuai strategi saya, Chou ingin mengumpulkan poin banyak pastinya tapi saya bisa lebih sabar, walaupun saya dua kali jatuh, kaki saya sakit,” ujar Tommy kepada wartawan.

“Buat saya cepat sekali satu hari recovery, semoga besok sudah bisa pulih, saya mau berusaha pulih apalagi besok ketemu Kento Momota,” lanjutnya.

Tommy juga mengaku tidak fokus siapa yang akan dia lawan besok, dia hanya mau recovery dengan baik. Di sisi lain, menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa dia mengaku termotivasi, terlebih dia tidak masuk pelatnas PBSI dan ikut turnamen ini memakai biaya sendiri.

“Saya berusaha untuk recovery, saya memulihkan badan saya. Baru saya memikirkan pertandingan besok, saya harus berpikir positif. Selama masih bisa berdiri saya masih bisa main," tegasnya.

“Mungkin itu (satu-satunya tunggal putra) itu menjadi motivasi saya. Saya cuma sponsor sendiri. Itu motivasi saya karena feedback dengan sponsor. Itu menjadi tanggung jawab saya dengan sponsor,” pungkasnya.

Elpratna dan Balap Dunia



(FIR)