Bulu Tangkis Dunia

Lee Chong Wei Minta Dispensasi kepada BWF

Krisna Octavianus    •    03 Januari 2018 15:12 WIB
bulu tangkis
Lee Chong Wei Minta Dispensasi kepada BWF
Lee Chong Wei (Foto: AFP/ISAAC LAWRENCE)

Kuala Lumpur: Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah mengumumkan perubahan jadwal kompetisi yang untuk kalender 2018 yang disebut 'World Tour'. Strata kompetisi baru diumumkan untuk menggantikan turnamen Superseries dan Superseries Premier yang ada.

BWF mengumumkan turnamen level baru, yakni Super Series Premier of Premier dan ini adalah kompetisi Level 2 BWF di bawah Super Series Finals. BWF mewajibkan 15 pemain top dunia di sektor tunggal dan 10 ganda peringkat teratas bermain minimal 12 turnamen pada 2018, atau menghadapi denda yang ketat jika mereka gagal mematuhi.

Sebagai tanggapan atas jadwal turnamen 2018 yang sibuk, tunggal putra Malaysia berusia 35 tahun, Lee Chong Wei sedikit protes. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa untuk pemain seusianya, ini akan menjadi beban besar baginya untuk bermain dalam 12 turnamen dalam setahun.

"Selain 12 turnamen, saya harus bermain di Asian Team Championship (kualifikasi Piala Thomas 2018), Commonwealth Games, Thomas Cup, Asian Championship, Asian Games, World Championship, dan Super Series Finals, ini akan membuat total 19 turnamen pada 2018," kata Lee.

"Jika saya masih berusia 25 tahun, seharusnya tidak menjadi masalah bagi saya, tapi akan sulit bagi saya untuk memainkan 19 turnamen saat seusia saya seperti sekarang ini. Saya telah berbicara dengan BWF dan telah meminta dispensasi, saya harap mereka mempertimbangkan permintaan saya," ungkap Lee.

"Fokus utama saya adalah Commonwealth Games dan Asian Games selain Piala Thomas 2018. Sedangkan untuk turnamen lainnya, kami akan membuat keputusan untuk diskusi lebih lanjut dengan pelatih," ucapnya.

Setelah BWF membagi struktur turnamen menjadi nilai dan tingkatan yang berbeda untuk kalender 2018, pemain dan pelatih dari seluruh penjuru dunia telah meningkatkan kritik atas jadwal yang sempit.

Pelatih kepala India, Pullela Gopichand mengatakan: "Saya tidak setuju dengan apa yang mereka miliki dalam hal membuat pemain bermain dalam banyak turnamen. Ada pemain yang sudah cedera, penampilannya belum konsisten sama sekali dan itu tidak membantu pemain karena harus terus memaksakan diri untuk bermain dalam banyak turnamen."

Sementara itu, pemain tunggal putri India, Saina Nehwal juga mengecam BWF karena memberatkan pemain. Dia menyoroti paksaan pada pemain top untuk bersaing di semua ajang Super Series.

"Jika saya adalah presiden BWF, saya akan mengikuti penyusunan turnamen tenis, dan memiliki empat atau lima turnamen besar seperti Grand Slam dengan hadiah banyak. Saya senang bahwa uang hadiah telah membaik tetapi kalendernya sulit. Ini mempengaruhi kebugaran semua pemain. Saya butuh banyak waktu untuk kembali ke level saya," tutup Nehwal. (badmintonplanet)

 


(KRS)