SEA Games 2017 Cabor Bulu Tangkis

Target Tiga Emas Meleset, Ini Pembelaan Susy Susanti

Krisna Octavianus    •    29 Agustus 2017 20:31 WIB
sea games 2017
Target Tiga Emas Meleset, Ini Pembelaan Susy Susanti
Susy Susanti (tengah) (Foto: PBSI)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Target tiga medali emas dari cabang bulu tangkis di ajang SEA Games 2017 ternyata meleset. Manajer tim, Susy Susanti punya pembelaan sendiri.

Indonesia hanya berhasil mendulan dua emas dan empat perunggu di ajang SEA Games kali ini. Dua medali emas disumbangkan tim beregu putra dan tunggal putra Jonatan Christie. 

BACA: Taklukkan Pesilat Vietnam, Wewey Wita Sumbang Medali Emas

Sementara itu, empat medali perunggu didapat dari tim beregu putri, Ihsan Maulana Mustofa (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra).

Ini menjadi kegagalan bagi tim bulu tangkis Indonesia yang sebelumnya berhasil memenuhi target. Ironisnya, setelah 40 tahun, tim bulu tangkis Indonesia tak berhasil menjadi juara umum di SEA Games.
 
“Kalau di bilang kendala dari awal ada kendala, sudah saya ingatkan kepada atlet-atlet, kalau kendala itu pasti ada. Tetapi ini tidak bisa dijadikan alasan, intinya kami harus siap dalam keadaan apapun, inilah hasil yang bisa kami capai," ujar Susy soal hasil di SEA Games 2017.
 
"Kali ini kami tidak menjadi juara umum, tetapi pencapaiannya harus dilihat secara keseluruhan, Malaysia dan Thailand full team, sedangkan Indonesia bagi kekuatan karena kami mau memenuhi target di kejuaraan dunia dan syukurnya kami mencapai target itu dan di sini meleset satu emas," tambahnya.
 
Dua pemain yang mendapat cedera saat pertadingan juga sangat disayangkan Susy. Edi Subaktiar dan Rosyita Eka Putri Sari harus mundur di nomor perorangan karena sama-sama menderita cedera lutut kiri.
 
"Dengan cederanya pemain, pastinya akan ada yang berubah di pelatnas. Kami akan mengubah susunan dan program di beberapa sektor, kejuaraan mereka juga ada yang akan dibatalkan. Tahun depan ada Piala Thomas dan Uber dan Asian Games, jangka panjangnya ada Olimpiade, harus sudah dibuat rencana dari sekarang,” jelas Susy. (PBSI)

 


(KRS)