BWF

BWF Berjanji Kaji Ulang Jadwal Padat 2018

Krisna Octavianus    •    31 Januari 2018 11:06 WIB
bulu tangkis
BWF Berjanji Kaji Ulang Jadwal Padat 2018
Logo BWF (Foto: sportskeeda)

Kuala Lumpur: Setelah mendapat kritik dari pemain bulu tangkis top dunia tentang jadwal 2018 yang sangat padat, Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) mengatakan akan meninjau ulang jadwal 2018. Itu akan mereka bahas selama Rapat Umum Tahunan di Bangkok pada Mei 2018.

Sebelumnya Lin Dan, Lee Chong Wei, Viktor Axelsen, Carolina Marin, dan Saina Nehwal menjadi pemain yang paling vokal mengkritik peraturan baru BWF. Peraturan baru yang dimaksud adalah mengharuskan ranking 15 besar dunia di sektor tunggal dan ranking 10 besar di sekotor ganda untuk bermain minimal 12 turnamen.

Struktur turnamen BWF baru yang disebut "World Tour" dirancang untuk menggantikan Super Series dan Super Series Premier, mewajibkan pemain top untuk bermain setidaknya 12 turnamen untuk kelas Super1000, Super750 atau Super500.

Vishu Toolan yang juga merupakan wakil presiden BWF mengakui bahwa mereka akan meninjau jadwal setelah mendengar masukan dari para pemain.

"Kami mendengarkan masukan dari para pemain. Kami akan mengulasnya. Pada saat yang sama, kami telah membawa beberapa sponsor hebat. Kami ingin membuat tur yang layak dari mana semua pemain bisa mendapatkan keuntungan. Kami harus mencoba memaksimalkan potensi penghasilan mereka dengan mengekspos mereka ke pertandingan yang lebih banyak, "kata Toolan.

"Bulutangkis berkembang dan HSBC adalah mitra komersial kami, akan ada lebih banyak uang untuk pemain dan kami memiliki tanggung jawab kepada sponsor dan publik kami untuk membuat permainan lebih menarik dan lebih cepat," lanjutnya.

"Kami juga tidak akan mengorbankan pemain. BWF bertemu dua kali setahun dan kami akan melihatnya pada Mei 2018 di Bangkok. Saya tidak mengatakan bahwa kami akan mengubahnya tapi akan muncul untuk diskusi, "tambah Toolan.

"Kami menggelar Super Series selama 10 tahun, ini sudah lama sekali. Kami perlu mengubahnya karena kami tidak memiliki sistem yang sempurna atau solusi sempurna," pungkasnya.

BWF memperkenalkan tiga grade kompetisi, Grade 1, Grade 2, dan Grade 3. Level yang dulu dikenal sebagai Super Series berada di Level 1 sampai 3 di Grade 2.

Berikut kategori baru yang disusun oleh BWF:

1. Grade 1: Major events (Olympiade, Kejuaran Dunia, Thomas-Uber Cup, Sudirman Cup)

2. Grade 2: World Tour

i) Level 1: World Tour Finals (Dulu dikenal Superseries Finals).

ii) Level 2: All-England Championships, Indonesia Open and China Open (Premier of Premiers)

iii) Level 3: Malaysian Open, China Open, Denmark Open, French Open and Japan Open (Dulu Superseries Premier)

iv) Level 4: Malaysia Masters, Indonesia Masters, India Open, Thailand Open, Singapore Open, Korea Open, Hong Kong Open, (Superseries)

v) Level 5: Thailand Masters, Swiss Open, Spain Open, German Open, New Zealand Open, Australian Open, US Open, Chinese Taipei Open, Macau Open, Syed Modi International, Korea Masters (Grand Prix Gold)

vi) Level 6: Orleans Masters, China Level 6, Canada Open, Japan Masters, Russian Open, Vietnam Open, Hyderabad Open, Indonesia Level 6, Dutch Open, Bitburger Masters, Scotland Open (Grand Prix)

3. Grade 3: Continental circuit (International Challenge, International Series, Future Series)

 


(KRS)