Indonesia Masters 2018

Kesiapan Istora Sudah 80% untuk Menyambut Indonesia Master 2018

Kautsar Halim    •    20 Januari 2018 11:28 WIB
bulu tangkis
Kesiapan Istora Sudah 80% untuk Menyambut Indonesia Master 2018
Istora Senayan. (Foto: Kautsar/Medcom)

Jakarta: Renovasi Istora masih terus digeber untuk menyambut event bulu tangkis internasional, Indonesia Master 2018. Terkini, kesiapan venue bersejarah kebangggaan Tanah Air itu disebutkan pihak penyelenggara sudah mencapai 80 persen.

Indonesia Masters 2018 yang memiliki hadiah total USD350 juta itu dijadwalkan berlangsung pada 23-28 Januari. Sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, event tersebut akan dimeriahkan para pebulu tangkis terbaik dari seluruh penjuru dunia.

PBSI selaku induk bulu tangkis Tanah Air melihat jadwal tersebut cukup strategis untuk menjajal Istora yang sedang direnovasi untuk event Asian Games 2018. Oleh karena itu, mereka menggeber agar renovasi bisa segera rampung.   

"Andaikata mau berlangsung di tempat lain juga bisa, tapi kan lucu. Kapan mau dicobanya itu Istora. Karena tujuan Indonesia Master untuk test event Asian Games juga," ujar Mimi Irawan selaku Asisten Manajer Pertandingan Indonesia Master 2018 di sela-sela tinjauannya ke Istora, Senayan, Jakarta, Jumat 19 Januari 2018.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Basri Yusuf selaku Manajer Pertandingan Indonesia Master 2018, sejatinya Istora sudah siap 80 persen untuk menggelar event. Pasalnya, renovasi ruang bawah bagi wasit, pengontrol pertandingan, dokter, dan ahli pijat bakal diselsaikan nanti malam. Di sisi lain, untuk urusan kelistrikan dan air sudah dipastikan mengalir lancar. 

"Kalau persentasenya secara keseluruhan, menurut saya sudah mencapai 80 persen untuk arena lapangannya sendiri. Kekurangan 20 persennya masih berasal dari lampu dan AC (pendingin udara)," tutur Basri.

Klik: Jonatan Christie Tersingkir, Hafiz/Gloria Lolos ke Semifinal

Area lapangan Istora memang terpantau medcom.id sudah terbentuk dengan rapih sebanyak empat unit di bawah tribun penonton yang berjumlah hampir 7 ribu bangku tunggal (single seat). Namun, pancaran pendingin udara serta lampunya belum dikendalikan dengan baik.

Sebagai uji kelayakan arena, PBSI pun berinisiatif para pemainnya. Komentar mereka juga sama karena lampunya disebutkan masih membuat bayangan di lapangan dan AC-nya membuat laju shuttle cock terganggu.

Kendala tersebut langsung ditanggapi Mimi dengan optimistis. Pasalnya, lampu serta pendingin udara yang digunakan di Istora sudah direnovasi menjadi lebih baik. Hanya saja setelannya diakui Mimi belum dilakukan dengan baik.

Mimi memaparkan di atas tiap lapangan bulu tangkis Istora tergantung dua tiang untuk menempelkan lampu-lampu tembak. Dalam satu tiang berderet 14 buah lampu dan masing-masing lampunya berdaya 190 watt.

Klik: Tontowi Ahmad Dikaruniai Putra Kedua

"Soal AC, bisa kami arahkan ke atas agar anginnya tidak mengganggu permainan di lapangan. Kemudian, soal penerangan juga sudah cukup. Kami hanya tinggal atur arah sorotnya saja agar tidak terlalu membuat bayangan," ujar Mimi.

Kondisi infrastruktur Istora sempat heboh karena atapnya bocor apabila hujan mengguyur. Kendala itu juga dikatakan Mimi sudah bukan masalah karena pihaknya sudah mengganti bahan atap yang digunakan.

"Sudah beberapa hari belakangan ini hujan deras tidak bocor di sini. Mudah-mudahan saja tidak bocor juga ketika turnamen nanti," pungkas Mimi.

Untuk lapangan memang tidak terlalu menjadi kendala. Namun masih terdapat ruangan-ruangan penunjang lain yang terlihat berantakan dan kotor karena debu. Kendati demikian, ruang tersebut sudah dipasangi kaca dan sudah bisa terlihat cikal bakal bentuknya nanti.

Video: Proliga 2018: Jakarta Pertamina Energi Taklukkan Elektrik PLN