Pengaturan Skor di Bulu Tangkis

Dampak Besar Keterlibatan Pengaturan Skor di Bulu Tangkis

A. Firdaus    •    25 Februari 2018 20:55 WIB
bulu tangkis
Dampak Besar Keterlibatan Pengaturan Skor di Bulu Tangkis
Ilustrasi Bola (Foto: New Straits Times)

Kuala Lumpur: Badan tertinggi bulu tangkis dunia (BWF) di ambang membuat keputusan penting dalam sejarah olah raga tersebut. Pasalnya, mereka akan memutuskan nasib dua pebulu tangkis yang diduga terlibat pengaturan skor.

Sumber yang dapat dipercayai oleh New Straits Times, mengatakan bahwa larangan bermain seumur hidup kepada dua terduga atlet tersebut, bisa menyadarkan para pemain maupun ofisial pertandingan untuk berhati-hati menerima uang suap.

Menurut sumber yang tak mau dibeberkan namanya itu, larangan seumur hidup terlibat di dunia bulu tangkis bisa memiliki efek besar untuk kedua terduga pengaturan skor tersebut. Sebab kasus ini juga akan melibatkan Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC).

Klik di sini: Gadis Belia Ini Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Rusia

"Larangan seumur hidup dengan kata lain berarti atlet tersebut tidak dapat lagi terlibat dengan bulutangkis. Tidak ada sama sekali. Tidak bermain, tidak ada pembinaan atau bahkan memegang posisi apa pun dalam sebuah organisasi yang terkait dengan bulu tangkis," kata sumber tersebut.

"Seperti yang saya artikan, MACC juga menunggu keputusan BWF. Jika terbukti bersalah, kedua pemain bisa menghadapi hukuman penjara. Tidak hanya itu, bahkan sponsor mereka pun siap memutus kontrak mereka. Jadi bukan hanya permainannya, pemain ini juga siap untuk kehilangan lebih banyak lagi," terangnya.

Klik di sini: MotoGP Gelar Simulasi Trek Basah di Qatar

Kabarnya, dua atlet tersebut salah satunya merupakan mantan pebulu tangkis junior papan atas, dan satunya lagi merupakan mantan anggota tim Piala Thomas Malaysia. Mereka akan menghadapi sidang yang akan digelar BWF pada Senin (26/2) dan (27/2).

"Saya membaca sebuah laporan (oleh NSTP Sports) mengutip mantan direktur teknis BAM, Morten Frost. Saya sependapat dengannya. Ini adalah keputusan yang sulit, tapi saya berharap BWF akan menghukum kepada siapa pun yang mencoba memanipulasi hasil pertandingan," lanjutnya.

"Ini adalah kasus pertama, dan setiap orang harus sadar akan konsekuensinya, seandainya mereka memilih berjalan di jalur ini (pengaturan skor dan suap)," tambah sumber tersebut.

Anggota dewan federasi bulu tangkis Malaysia (BAM) Jadadish Chandra rencananya juga akan menghadiri persidangan di Singapura. Ia akan bertindak sebagai pengamat.

Tampilan Mobil Andalan McLaren untuk F1 2018



(FIR)