111 Pebulu Tangkis Ikuti Program Pemutihan PP PBSI

Rendy Renuki H    •    29 Juni 2017 08:26 WIB
bulu tangkis
111 Pebulu Tangkis Ikuti Program Pemutihan PP PBSI
Suasana latihan di Pelatnas PBSI Cipayung (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebayak 111 pebulu tangkis telah mengikuti program pemutihan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Program ini diluncurkan PBSI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak dini, salah satunya dengan pemberantasan praktek pencurian umur yang dilakukan dengan memanipulasi data kelahiran atlet.

Program pemutihan PBSI ini yaitu program pengampunan bagi mereka yang mengaku dan mengoreksi data kelahiran yang sebenarnya. Berdasarkan Surat Keputusan No. SKEP/021/0.3/III/2017 tertanggal 31 Maret 2017 tentang Pemutihan Data/Usia Atlet, program ini berlaku selama tiga bulan sampai dengan tanggal 30 Juni 2017.
 
Atlet yang membuat pengakuan secara tertulis selama masa pemutihan akan dibebaskan dari sanksi.  Oleh karena itu, PP PBSI mengimbau kepada atlet untuk memanfaatkan kebijakan ini sebaik mungkin.

(Baca: Juara di Assen, Rossi Ingin Lanjutkan Performa Apik di Sachsenring)

 
"Diharapkan semua pihak (Pengprov, Pengkab/Pengkot, Pengurus/Pelatih PB/Klub) untuk menyampaikan secara luas agar orang tua atlet yang ingin melakukan pemutihan, masih kami tunggu sampai dengan batas akhir yaitu tanggal 30 Juni 2017," kata Rachmat Setiyawan, Kepala Bidang Keabsahan dan Sistem Informasi PP PBSI dilansir badmintonindonesia.org.
 
Ini merupakan kesempatan bagi para atlet untuk mengikuti pemutihan, karena tidak akan ada perpanjangan waktu. PBSI pun tidak akan meluncurkan lagi program pemutihan, karena PBSI telah membangun sistem database bernama SI PBSI yang mewajibkan verifikasi data atlet sejak awal, sehingga data yang masuk telah tersaring.
 
"Bagi mereka yang tidak mengaku pada masa pemutihan ini, apabila terbukti data kelahirannya tidak benar, maka ia akan dikenakan sanksi skorsing, berikut dengan tuntutan pidana kepada para pihak terkait," ungkapnya.
 
"Sebaiknya jangan sampai ada yang wait and see atau tidak yakin dengan ketegasan PBSI. Apalagi Ketua Umum bapak Wiranto juga sudah memerintahkan untuk melanjutkan program ini sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku," tambah Rachmat.

Video: Pacman Siap Rematch dengan Mayweather
 


(REN)