SEA Games 2017 Cabor Bulu Tangkis

Raih Medali Emas, Jonatan Christie Dinilai Lulus Ujian

Krisna Octavianus    •    29 Agustus 2017 19:48 WIB
sea games 2017
Raih Medali Emas, Jonatan Christie Dinilai Lulus Ujian
Jonatan Christie. (Foto: AFP/ADEK BERRY)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Nomor tunggal putra mampu meraih target yang dibebankan di ajang SEA Games 2017. Satu medali emas berhasil disabet Jonatan Christie di nomor perorangan setelah menaklukkan Khosit Phetpradab (Thailand) dengan skor 21-19, 21-10.
 
Tampil begitu tenang di awal permainan, Jonatan terus memimpin perolehan angka. Keadaan sempat menegangkan saat Phetpradab mendekat dari 17-20 menjadi 19-20. Akan tetapi, smash Jonatan yang gagal diantisipasi lawan menjadikan Jonatan mengamankan game pertama.
 
BACA: Taklukkan Pesilat Vietnam, Wewey Wita Sumbang Medali Emas

Kemenangan di game pertama mengobarkan semangat Jonatan di game kedua. Bermain sangat agresif, pukulan smash Jonatan seolah menjadi momok bagi Phetpradab, angka berturut-turut diraih Jonatan usai melancarkan pukulan kencangnya.
 
Sejak poin 12-10, Jonatan semakin tak terkejar. Serangan Kosit mampu diantisipasi dengan baik, sebaliknya pemain Thailand ini mulai kehilangan kontrol dan akurasi pukulannya menurun. Jonatan pun relatif mudah memenangi game kedua sekaligus memastikan medali emas kedua untuk tim bulu tangkis Indonesia.

"Target sudah tercapai dari tunggal putra. Yang saya nilai itu mental dan daya juang. Di samping medali emas, ini yang penting bagi saya," kata Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI.
 
Disebutkan Hendry, sebagai satu-satunya wakil Indonesia di babak final, Jonatan berhasil mengatasi beban dan tekanan yang ada.
 
"Tegang pasti ada di dalam diri setiap pemain, tetapi Jonatan bisa melewati ini, bagus, ini proses kematangan buat dia. Medali emas ini merupakan hasil persiapan kami selama sebulan. Kami sudah atur bagaimana dia bermain di SEA Games," ujar Hendry kepada Badmintonindonesia.org.

"Sudah ada kemajuan untuk Jonatan, ada masalah tapi dia bisa mengatasi. Untuk ukuran pemain tunggal, usia dia masih muda, masih 20 tahun. Banyak pemain dunia yang mengalami tekanan di lapangan dan belum tentu bisa mengatasi," tuturnya.
 
Dalam perjalanannya ke final, Jonatan mengalahkan Suppanyu Avihingsanon (Thailand) di babak pertama dengan skor 14-21, 21-8, 21-17. Di laga perempat final, Jonatan menang mudah atas Ng Zin Rei Ryan (Singapura), 21-13, 21-13. 

Jonatan juga menghentikan perlawanan pemain senior asal Vietnam, Nguyen Tien Minh, dengan skor 21-11, 21-16 dan lolos ke final. Hendry menyebut, Jonatan memang sudah seharusnya naik level. SEA Games 2017 adalah ujian untuk dirinya dan dia bisa lulus dari ujian tersebut.
 
"Memang Jonatan semestinya sudah siap di level yang lebih tinggi. Tetapi SEA Games ini adalah ujian buat dia, apakah dia benar-benar siap di level yang lebih tinggi? Dan dia bisa melewati ujian ini. Kami kan sudah coba ikutkan dia di level super series, memang masih butuh waktu untuk lebih matang, harus lebih konsisten,” sebut Hendry.
 
Sementara itu, Hendry berharap tunggal putra dapat menciptakan partai all Indonesian final. Namun Ihsan Maulana Mustofa terhenti di semifinal dari Phetpradab, dengan skor 10-21, 21-23.
 
“Memang tidak bisa dijadikan alasan, tetapi tidak bisa dipungkiri kondisi Ihsan sebetulnya kurang fit, ada cedera otot perut setelah laga semifinal. Hal ini membuat dia tidak bisa mengeluarkan power dan speed nya saat melawan Khosit, tidak tampil maksimal,” pungkas Hendry. (PBSI)

 


(KRS)