BWF World Junior Championships 2018

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Alfa Mandalika    •    12 November 2018 10:37 WIB
bulu tangkis
Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018
Tim Indonesia di BWF World Junior Championships 2018. (Foto: PBSI)

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018


Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur


(ASM)