Regulasi Baru BWF

PBSI Segera Surati BWF Terkait Regulasi Sistem Poin Baru

Monica Felicitas Gracia V    •    01 Maret 2018 21:02 WIB
bulu tangkisall england
PBSI Segera Surati BWF Terkait Regulasi Sistem Poin Baru
Kabid Binpres PBSI Susy Susanti (dua dari kanan) saat berbicara di sesi konferensi pers terkait kesiapan PBSI tampil di All England (Foto: medcom.id/Monica Felicitas Gracia V)

Jakarta: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) belum sepenuhnya bisa menerima beberapa regulasi baru yang diumumkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Salah satunya terkait perubahan sistem poin dari reli 21 poin (maksimal tiga game) menjadi 11 poin (maksimal 5 game). 

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Susy Susanti mengatakan, dirinya kurang setuju dengan perubahan sistem baru tersebut. Apalagi, regulasi ini direncanakan mulai diterapkan pada Olimpiade Tokyo 2020 yang hanya tinggal dua tahun lagi. Waktu yang menurutnya sangat mepet.

Susy mengatakan, dalam waktu dekat ini PBSI akan mengirimkan surat keberatan ke BWF, dan berharap regulasi itu tidak langsung diterapkan pada Olimpiade 2020.
 

Baca: All England: Target Satu Gelar, PBSI Berharap Bisa Lebih


"Tidak hanya Indonesia, tetapi banyak negara juga kurang setuju dengan sistem perubahan poin ini. Karena kalau sistem poin berubah, akan mengubah permainan dan semuanya," ujar Susy.

"Dulu ketika pindah ke reli poin sepeti yang digunakan saat ini juga membutuhkan waktu adaptasi empat hingga lima tahun," imbuh Susy.

Beda dengan regulasi soal poin, Susy tampak lebih lunak menanggapi regulasi baru lainnya, yakni soal servis yang membatasi batas maksimal tinggi awalan servis adalah 115 centimeter dari permukaan lapangan. Aturan ini rencananya mulai diterapkan di All England 2018 pada 14-18 Maret mendatang.
 

Baca juga: Panel Independen Segera Laporkan Kasus Pengaturan Skor kepada BWF


Untuk regulasi ini, PBSI bahkan sudah mendatangkan servis judgje berstandard internasional untuk membantu para atlet pelatnas beradaptasi. Latihan servis ini bahkan diakuinya menjadi salah satu menu khusus dalam latihan para pemain.

"Kami juga mengambil video untuk mempelajari ukuran mana yang merugikan bagi kami, karena kami terbiasa di pinggang," jelas Susy.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?KOI Gelar Rapat Anggota Tahunan di Jakarta



(ACF)