Jelang All England 2018

Pelajari Aturan Baru, PBSI Panggil Tiga Wasit BWF

Kautsar Halim    •    23 Februari 2018 20:16 WIB
bulu tangkis
Pelajari Aturan Baru, PBSI Panggil Tiga Wasit BWF
Sejumlah pebulutangkis mengikuti sesi latihan jelang Asian Games 2018 di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta: Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengeluarkan sejumlah aturan baru pada musim ini, salah satunya dengan membatasi tinggi servis menjadi 115 cm. Sebelumnya, tinggi servis hanya disesuaikan dengan antropometri tubuh masing-masing pemain, yakni rusuk terbawah.

Sekarang, batasan tinggi servis tidak boleh lebih dari 115 cm saat shuttlecock menyentuh kepala raket. Ketentuan ini rencananya akan mulai dijajal pada event All England yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Guna mempersiapkan para atlet, PBSI mulai berlatih menggunakan alat pengukur tinggi servis pada Jumat 23 Februari. Selain itu terdapat tiga wasit bersertifikat BWF yang didatangkan untuk memberikan masukan.


Klik: Jelang All England, Kondisi Marcus Fernaldi Belum 100%


Salah satu wasit tersebut adalah Edy Rufianto yang telah malang melintang di berbagai event internasional. Menurutnya, aturan baru malah menguntungkan bagi pemain berpostur tidak terlalu tinggi seperti pemain Indonesia. Mungkin kesulitan baru akan ditemui terhadap pemain yang berpostur tinggi seperti para pemain dari Eropa.

“Greysia Polii saya ukur rusuk terbawahnya setinggi 112 cm. Dengan begitu artinya dia diuntungkan tiga cm lebih tinggi dari aturan yang lama. Servis dia jadi bisa naik lagi 3 cm,” terang Edy seperti tertuang dalam rilis Humas PBSI.

“Rata-rata kesulitannya adalah tangan kiri yang memegang shuttlecock selalu mengangkat ke atas ketika mulai memukul. Shuttlecock bisa saja diposisikan ke bawah untuk melakukan servis, tapi imbasnya bakal menyulitkan posisi tangan. Ini mungkin terjadi seperti servis Christinna Pedersen," tambahnya.
 

Klik: Kunci Sukses Tim Putra Indonesia Pertahankan Gelar BATC 2018

 
Dilanjutkan Edy, servis yang mengharuskan batang dan kepala raket berada di bawah sudah tidak diberlakukan. Dengan kata lain, semua pemain bisa bebas melakukan servis asalkan tingginya tidak lebih dari 115 cm.

“Jadi karakter permainan bulu tangkis memang sudah bergeser. Sebelumnya servis hanya pertanda dimulainya pertandingan. Tapi sekarang sudah sama seperti tenis karena servis juga bisa menjadi serangan awal," pungkas Edy. 

 


(KAU)