Pelaku Pengaturan Skor di Malaysia Minta Bantuan BAM

Kautsar Halim    •    08 Mei 2018 13:27 WIB
bulu tangkis
Pelaku Pengaturan Skor di Malaysia Minta Bantuan BAM
Zulfadli Zulkiffli. (Foto: Twitter Team Malaysia)

Kuala Lumpur: Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) mengonfirmasi telah mendapat surat resmi dari Zulfadli Zulkiffli pada Senin 7 Mei. Dalam surat itu tertulis, Zulfadli meminta bantuan untuk meringankan pembayaran denda yang diberikan Federasi Badminton Dunia (BWF). 

Zulfadli dinyatakan bersalah oleh BWF atas kasus pengaturan skor yang ia lakukan pada 2013 silam. Sebagai hukumannya, ia dilarang tampil sebagai pebulu tangkis profesional selama 20 tahun dan dikenai denda sebesar USD25 ribu (sekitar Rp315 juta).
 

Klik: Johann Zarco Tercepat pada Tes Resmi di Jerez


Presiden BAM, Datuk Seri Mohamad Norza Zakaria, menyebutkan pihaknya tidak akan tinggal diam atas kasus yang menimpa salah satu pemainnya tersebut. Kendati demikian, ia masih perlu waktu untuk mengambil keputusan dan memberikan bantuan.

"Kami telah menerima surat resmi dari Zulfadli pada hari ini. Kami menyikapi hal ini adalah kasus yang serius dan tentu butuh waktu untuk mengulasnya," ujar Zakaria seperti dilansir Badminton Planet. 

"Saya akan meminta Datuk Seri Jabaherdeen Mohamed Yunoos selaku Komite Disiplin dan Peraturan di sini untuk menelusuri ulang kasus tersebut," tambahnya. 
 

Klik: Jokowi Harapkan Masyarakat Dukung Penuh Asian Games


Sejatinya, Zulfadli yang berstatus sebagai mantan juara dunia junior sempat menggelar jumpa pers atas kasus yang menimpanya pada Jumat pekan lalu. Saat itu, dia juga sudah menyatakan keinginannya untuk meminta bantuan BAM.

Zulfadli bukan satu-satunya pebulu tangkis Malaysia yang dinyatakan bersalah oleh BWF. Selain dia, ada Tan Chung Seang yang dilarang tampil secara profesional selama 15 tahun dan harus membayar denda USD15 ribu (sekitar Rp210 juta). 




(FIR)