Penjelasan Pelatih Ganda Putra Soal Performa Anak-anak Asuhnya

M. Rizky Adhestian    •    27 Agustus 2018 21:41 WIB
bulu tangkisasian games 2018
Penjelasan Pelatih Ganda Putra Soal Performa Anak-anak Asuhnya
Markus Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya (kanan). (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Dua pasangan ganda putra Indonesia sukses membuat final nomor ganda putra bertajuk All-Indonesian. Namun, tekanan saat bermain di nomor beregu ternyata sempat memberikan pengaruh besar.

Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto duluan memastikan tempat di final. Sebelumnya, mereka mampu menaklukkan ganda putra Tiongkok, Li Junhui dan Liu Yuchen, pada Senin 27 Agustus, lewat tiga game dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Di hari yang sama, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo mampu meraih prestasi serupa. Duo Minions ikut meraih final usai membungkam ganda putra China Taipei, Lee Jhehuei dan Lee Yang, lewat tiga game dengan skor 21-15, 20-22, 21-12.

Kendati demikian, penurunan performa menuju final terlihat dari seringnya kedua ganda putra tersebut dipaksa lawan mereka memainkan rubber game. Kepala pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menjelaskan hal tersebut dipengaruhi intensitas pertandingan sejak nomor beregu.

"Pertandingan-pertandingan cukup berat dan cukup panjang. Pertama main di beregu dulu, tak hanya Kevin/Marcus dan Fajar/Rian, semua grafiknya pasti turun karena pressure di beregu luar biasa," kata Herry.

"Saya lihat setelah main beregu agak turun semuanya. itu wajar setelah main beregu. tapi inilah kelebihan Kevin/Marcus. Mereka bisa mengatasi keadaan terutama lawan Jepang, kritis banget," lanjut dia.

Final ganda putra bakal digelar pada Selasa, 28 Agustus besok. Satu wakil Indonesia lainnya telah berada di final tunggal putra, yaitu Jonatan Christie.

Video: All Indonesian Final Terjadi di Ganda Putra Bulu Tangkis