Pembinaan bulu tangkis

PBSI Dianggap Gagal Meregenerasi Pemain

Media Indonesia    •    12 Oktober 2016 12:01 WIB
bulu tangkis
PBSI Dianggap Gagal Meregenerasi Pemain
Sejumlah pebulu tangkis junior mengikuti kompetisi Super Badminton di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, guna mencari bibit-bibit muda atlet bulu tangkis Indonesia (Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kegagalan para pebulu tangkis junior Indonesia menembus rangking 10 besar dunia dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan ada yang salah dalam pembinaan yang selama ini dilakukan PBSI. Hal tersebut disampaikan mantan pelatih nasional Mulyo Handoyo.

Menurut dia, saat ini kualitas pemain senior dengan junior di Indonesia sangat timpang. Tidak mengherankan jika Indonesia masih saja mengandalkan muka-muka lama untuk menjadi juara di turnamen sekelas super series, kejuaraan dunia, ataupun Olimpiade.

"Ini fakta. Selama tiga tahun terakhir ini kita gagal melahirkan atlet-atlet junior berprestasi. Buktinya tidak ada pemain muda kita yang masuk 10 besar dunia. Padahal, kita punya potensi yang besar," kata Mulyo.
 

Baca: Berry/Rian Persembahkan Gelar Perdana Indonesia


"Kita harus punya program akselerasi. Jangan sampai kita malah makin ketinggalan. Kita lihat Carolina Marin dan Viktor Axelsen saja sudah bisa mendapatkan medali Olimpiade di usia awal 20-an. Sementara itu, kita di kejuaraan kelompok umur internasional, belum banyak yang muncul," lanjut pelatih yang sukses mengantarkan Taufik Hidayat meraih emas di Olimpiade Athena 2004 itu.

Mulyo yang pernah juga melatih di Singapura tidak memungkiri untuk turnamen, baik itu senior maupun kategori kelompok umur, saat ini memang menjamur di Indonesia. Sayangnya, belum banyak yang bisa diorbitkan PP PBSI.
 

Baca juga: PBSI Siap Selenggarakan Munas Akhir Bulan Ini


"Saya pikir seharusnya bakat-bakat itu ditampung. PBSI bisa membuat timnas pelapis mulai senior sampai timnas U-13 misalnya. Di samping itu, sentra latihan di daerah, juga di klub, perlu dihidupkan kembali, sehingga pembinaan bisa dilakukan secara merata, tidak hanya terpusat di Jawa," kata dia.

Video: Maulwi Saelan, Kiper Legendaris Timnas Indonesia Tutup Usia
 


(ACF)