Badminton Asia Team Championships (BATC) 2018

Lawan India, Sektor Ganda Masih Jadi Tumpuan Tim Putra

Krisna Octavianus    •    08 Februari 2018 08:03 WIB
bulu tangkis
Lawan India, Sektor Ganda Masih Jadi Tumpuan Tim Putra
Angga Pratama/Hendra Setiawan saat bertanding melawan Filipina. (Foto: dok. PBSI)

Alor Setar: Sektor ganda masih menjadi andalan tim putra Indonesia dalam kejuaraan beregu Badminton Asia Team Championships (BATC) 2018. Melawan India dalam laga terakhir penyisihan grup D yang akan dilangsungkan hari ini, Kamis 8 Februari malam WIB, dua ganda putra diharapkan untuk menyumbang angka.

Dalam dua pertandingan terakhir melawan Maladewa dan Filipina, tiga kombinasi pasangan ganda putra telah diturunkan. Mereka adalah pasangan terkuat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, serta Hendra Setiawan/Angga Pratama dan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro.

"Kami tim ganda putra siap untuk menyumbangkan angka dan mudah-mudahan dua poin bisa kami amankan. Akan tetapi, kami tetap waspada dan harus siap, karena kedua pasangan ganda putra India tidak bisa dianggap enteng," ujar Hendra saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

"Peluang kami memang lebih besar dibanding ganda putra India, tetapi di lapangan tidak ada yang bisa dipastikan sebelum pertandingan selesai," tambah Angga.

Tiga tunggal putra Indonesia masih punya peluang yang sama dengan tiga tunggal India. Kemenangan Anthony Sinisuka Ginting di Daihatsu Indonesia Masters 2018 lalu tentunya makin menambah rasa percaya dirinya dalam bersaing di level elit.

Tim putra Indonesia menduduki urutan kedua dalam daftar unggulan Badminton Asia Team Championships 2018. Tampil dengan kekuatan penuh baik di sektor tunggal maupun ganda, tim putra Indonesia digadang-gadang menjadi kandidat terkuat untuk kembali juara di turnamen ini.

Namun, Jepang, Korea, bahkan Tiongkok yang turun dengan pemain pelapis, tidak boleh diremehkan. Jepang memiliki kekuatan merata dengan tiga pemain tunggalnya serta dua ganda putra yang cukup kuat. Pertandingan di knockout stage tentunya akan berlangsung sengit.

 


(KRS)