Commonwealth Games 2018

Commonwealth Games Menolak Aturan Servis Baru Bulu Tangkis

Kautsar Halim    •    05 April 2018 15:15 WIB
bulu tangkis
Commonwealth Games Menolak Aturan Servis Baru Bulu Tangkis
Pebulu tangkis India, P.V. Sindhu. (AFP PHOTO / SAJJAD HUSSAIN)

Gold Coast: Event Commonwealth Games 2018 tidak menggunakan aturan servis baru dalam pertandingan cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. Itu telah diputuskan karena banyaknya protes dari sebagian besar para peserta yang merupakan atlet dunia.

Seperti diinformasikan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) beberapa waktu lalu, terdapat beberapa perubahan dalam aturan bulu tangkis. Salah satunya adalah mewajibkan tiap pemain melakukan servis dengan batas ketinggian memegang shuttle cock 1,15 meter dari permukaan tanah.

Regulasi anyar itu sudah dijajal lewat ajang German Open dan All England pada beberapa waktu lalu. Namun hasilnya tidak terlalu baik karena banyak peserta yang protes, khususnya para pemain berpostur tinggi. Sebab, mereka harus agak membungkuk saat melakukan servis.
 

Klik: Pelatnas Tim Panahan Bakal Pindah dari Komplek GBK


Meski begitu, para pemain dari Indonesia yang berpostur sedang juga ikut memprotesnya. Menurut mereka, hakim servis rentan melakukan kesalahan karena hanya menilai cara servis seorang pemain berdasarkan pandangan mata saja.

Pro dan kontra aturan servis baru tersebut tidak diambil pusing oleh panitia penyelenggara Commonwealth Games Gold Coast. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan aturan servis lama yang menjadi pinggang sang pemain sebagai batas ketinggian memegang shuttle cock.

"Federasi Commonwealth Games dan Federasi Badminton Dunia (BWF) telah menyetujui bahwa aturan servis baru tidak berlaku di ajang Commonwealth Games di Gold Coast," ujar salah satu panitia penyelenggara Commonwealth Games Gold Coast 2018 seperti dikutip BadmintonPlanet.com.


Klik: Material Impor dari Jerman Hambat Penyelesaian Equestrian Park


Beberapa peserta Commonwealth Games yang mengkritisi aturan servis baru tersebut adalah Goh V Shem, Kidambi Srikanth, Saina Nehwal, PV Sindhu, dan bahkan Lee Chong Wei. Mereka memiliki alasan tersendiri saat merasa keberatan dengan aturan tersebut. 

Goh V Shem dari Malaysia tidak senang karena servisnya dinyatakan salah sebanyak 10 kali saat melakoni German Open. Hal serupa juga dialami Kidambi Srikanth dari India saat tampil di All England. 

PV Sindhu yang berstatus sebagai pebulu tangkis terbaik India sempat memberi masukan agar ada waktu lebih lama lagi untuk beradaptasi dengan aturan tersebut. Namun, keinginannya tidak ditanggapi BWF.

Commonwealth Games 2018 diikuti sebanyak 71 negara dari seluruh penjuru dunia. Tapi, khusus cabor bulu tangkis hanya diikuti 29 negara  yang beberapa di antaranya adalah India, Inggris, Australia, Malaysia, Singapura dan Kanada. Pertandingan pertama dari nomor beregu akan dimulai pada Kamis 5 April.

Meski mendapat protes dari para pebulu tangkis papan atas dunia, BWF tampaknya tidak akan menghapus aturan servis baru tersebut. Mereka hanya dikabarkan bakal memodifikasi aturan itu dengan menaikkan sedikit batas ketinggian memegang shuttle cock. (badmintonplanet.com)




(KAU)