Bulu tangkis

PBSI akan Bongkar Pasang Ganda Putri Indonesia

A. Firdaus    •    08 September 2018 19:17 WIB
bulu tangkis
PBSI akan Bongkar Pasang Ganda Putri Indonesia
Rizki Amelia Pradipta akan berpisah dengan Della Destiara Haris (Foto: Dok Humas PBSI)

Jakarta: Pelatih kepala Ganda Putri PBSI Eng Hian akan melakukan pertukaran pasangan kepada anak didiknya. Bongkar pasang ini bakal berlaku di turnamen Denmark Open 2018 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Pertukaran ini akan menyasar pada ganda putri kedua yang melibatkan Della Destiara Haris. Della yang biasa berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta akan diduetkan dengan Anggia Shitta Awanda. Sementara Rizki sendiri akan bersama Ni Ketut Mahadewi Istarani, yang merupakan pasangan Anggia.

Upaya ini sebagai bentuk Eng untuk mencari kombinasi ganda kedua Olimpiade Tokyo. Sementara ganda putri pertama masih ditempati pasangan rangking empat duni, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

"Pasangan utama ke Olimpiade tetap Greysia/Apriyani, selama ini penampilan mereka cukup baik. Greysia sudah komitmen sama saya untuk bertahan, dia mau cari medali di olimpiade terakhirnya sebelum pensiun," ungkap Eng kepada Badmintonindonesia.org.
 
Sementara itu, Rizki/Della yang selama ini dinilai belum memberikan hasil yang menggembirakan. Eng berkaca pada penampilan pasangan rangking 11 dunia selama memperkuat Indonesia pada Piala Uber 2018 dan Asian Games 2018.

"Memang sengaja dibongkar pasang karena hasil di beberapa turnamen selama ini tidak sesuai harapan, saya coba formula baru. Kenapa mereka? Karena untuk level yang di atas memang yang ada cuma mereka," kata Eng.

 "Ada yang menanyakan kenapa sudah ranking 11 lalu dipisah? Buat saya, bukan masalah rangkingnya, tapi kualitasnya. Kalau masuk rangking delapan atau tujuh besar tapi nggak pernah dapat gelar dan cuma jadi partisipan ya mendingan saya bongkar," sebutnya.

Eng juga tak khawatir soal mepetnya waktu jelang kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada awal tahun depan. Eng menuturkan, di sektor ganda putri persaingannya tak seberat sektor tunggal putra. Jika penampilan ganda racikan baru ini memang punya kualitas, peluang untuk masuk top delapan dunia dan lolos ke Olimpiade cukup terbuka.

"Saya lebih mementingkan kualitas, kalau pasangan baru tapi bisa menembus, masih ada kesempatan untuk mengejar ke Olimpiade. Kalau kualitas penampilannya bagus, ikut 12-14 turnamen setahun misalnya masuk semifinal atau bahkan juara setidaknya dapat tiga gelar, saya tetap optimis bisa tembus delapan besar, peluangnya cukup terbuka," tutur Eng.

"Ibaratnya lebih baik bawa satu pasangan tapi punya taji, punya kualitas bisa bersaing untuk dapat medali. Daripada ada dua pasangan tapi hanya jadi partisipan," tambahnya.

Berhubung Denmark Open akan berlangsung pada Oktober mendatang, Eng berharap kepada pasangan ini untuk memaksimalkan perjuangan mereka di lapangan. Tentunya dengan catatan prestasi yang baik.

Sementara itu, di Denmark Open 2018, Tontowi Ahmad juga rencananya akan bermain di nomor ganda putra bersama Angga Pratama. Namun Tontowi tidak banting stir ke ganda putra, ia juga tetap akan bermain di ganda campuran bersama Liliyana Natsir.

Obor Asian Para Games Tiba di Ternate



(FIR)