Rahasia Kesuksesan Kevin/Marcus Menurut Herry IP

Gregah Nurikhsani Estuning    •    19 Maret 2018 13:54 WIB
all england
Rahasia Kesuksesan Kevin/Marcus Menurut Herry IP
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon beraksi di final All England 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI)

Birmingham: Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses mempertahankan gelar All England setelah mengandaskan Mathias Boe/Carsten Mogensen, Senin 19 Maret dini hari WIB. Pelatih Herry IP memuji komitmen ala petarung yang menurutnya menjadi faktor keberhasilan anak asuhnya itu.

Bertanding di Birmingham Arena, Marcus/Kevin langsung tancap gas dengan unggul 5-1 dari Boe/Mogens. Andalan ganda putra Indonesia itu akhirnya menang straight game di laga final All England 2018 dari wakil Denmark tersebut 21-18 dan 21-17.

"Tadi sebetulnya Kevin/Marcus bermain terlalu slow, bukan polanya mereka, tapi namanya pertandingan kan banyak strategi. Mainnya kan tidak seperti biasa, no lob serang, tadi banyak defense. Boe/Mogensen memang mengubah pola main, mereka memperlambat, karena mereka kalah cepat dari Kevin/Marcus," kata Herry mengomentari hasil pertandingan dinukil dari Badmintonindonesia.org.

Prestasi yang diraih Kevin/Marcus di All England memperpanjang catatan impresif pasangan itu. Tercatat sejak turnamen Tiongkok Open 2017, keduanya belum terkalahkan.

Klik: Menangi Duel Sengit dengan Marquez, Dovizioso Juara MotoGP Qatar

Lebih dari itu, kemenangan ini membuat Marcus/Kevin mampu memperbaiki rekor pertemuan dengan Boe/Mogens. Kini, rekor pertemuan keduanya kembali sama kuat yakni sama-sama meraih empat kemenangan dari delapan kali pertemuan.

Sosok Herry IP, di sisi lain, menjadi salah satu faktor penting yang membuat Kevin/Marcus bisa menjadi kekuatan menakutkan di nomor ganda putra. Namun, ia tetap memuji anak asuhnya dengan sebutan 'fighter'.

"Komitmen mereka, karena kedua pemain ini komitmennya luar biasa dan tidak mau ngalah, tidak mau menyerah. Saya bilang mereka berdua ini fighter sekali," sambung Herry.

"Kerja keras, komitmen, trust antara pemain dan pelatih itu penting, kerjasama dua sisi dari pemain dan pelatih. Secara teknis, kita diskusi terus, ngomong terus, karena ini penting," pungkasnya.

Video: Tim Pengungsi di Lomba Lari Dead2Red
 


(ASM)