PBSI

Komentar Menpora dan Tontowi/Liliyana atas Terpilihnya Wiranto sebagai Ketum PBSI

Kautsar Halim    •    02 November 2016 18:24 WIB
bulu tangkis
Komentar Menpora dan Tontowi/Liliyana atas Terpilihnya Wiranto sebagai Ketum PBSI
Menkopolhukam Wiranto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menerima Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jakarta, Selasa (1/11). (Foto: ANTARA FOTO/Re

Metrotvnews.com, Jakarta: Terpilihnya Wiranto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dikomentari oleh insan olahraga yang terkait. Di antaranya ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Wiranto Resmi menjadi Ketum PBSI periode 2016-2020 melalui Munas PBSI yang berlangsung di Surabaya, Senin 31 Oktober lalu. Pria yang juga menjabat sebagai Menko Polhukam itu terpilih karena saingannya yang merupakan Ketum PBSI periode sebelumnya, Gita Wirjawan, mengundurkan diri sebelum pemungutan suara dilakukan.

Menanggapi hadirnya pemimpin baru tersebut, Tontowi/Liliyana tetap menanggapi positif. Keduanya hanya tidak ingin prestasi dan terobosan-terobosan yang sudah diraih bersama pemimpin sebelumnya menjadi berubah.

"Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kepengurusan Pak Gita dan terobosan-terobosannya. Salah satu yang paling terasa adalah ketika dia memberikan perhatian untuk kesejahteraan para atlet. Mudah-mudahan di kepengurusan Pak Wiranto, semua itu tidak hilang dan malah makin lebih baik," ucap Liliyana sambil diamini Tontowi seusai acara pemberian bonus Olimpiade di Gedung Olahraga POPKI, PPPON, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016).

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi yang hadir bersama Tontowi/Liliyana juga tidak bungkam ketika ditanya tentang jabatan baru Wiranto. Menurutnya, politikus partai Hanura itu masih harus membuktikan diri agar dinilai menjadi pemimpin yang baik.

"Selamat bertugas untuk Bapak Wiranto. Kita lihat saja keseriusan beliau ke depannya. PBSI jangan hanya dilihat dari jauh, tapi dipantau langsung dengan datang ke Pelatnas. Tidak selamanya 'orang lama' diberikan mosi tidak percaya. Justru dengan orang seperti Wiranto, potensi yang ada dalam diri bisa maksimal," tandas Imam.



(ACF)