Semifinal Denmark Open 2017

Terbawa Permainan Lawan, Alasan Kekalahan Tontowi/Liliyana

Krisna Octavianus    •    21 Oktober 2017 19:56 WIB
bulu tangkis
Terbawa Permainan Lawan, Alasan Kekalahan Tontowi/Liliyana
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Foto: pbsi)

Metrotvnews.com, Odense: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus mengubur keinginan mereka untuk menyabet gelar di ajang Denmark Open Super Series Premier 2017. Keduanya terhenti di babak semifinal setelah kalah dari wakil Hong Kong, Tan Chung Man/Tse Ying Suet dengan skor 16-21, 18-21 dalam 33 menit.
 
Dalam laga semifinal yang berlangsung di Odense Sports Park, Tontowi/Liliyana tampil cukup baik hingga kedudukan 10-6 di game pertama. Sayangnya, pasangan yang kerap disapa Owi/Butet itu membuat banyak kesalahan sendiri dan celah ini dimanfaatkan Tang/Tse untuk balik menekan.
 
"Di game pertama sudah enak, kami leading 10-6. Setelahnya, beberapa pengembalian kami salah, malah banyak mengangkat shuttlecock jadi diserang terus oleh lawan. Ini momennya lawan bangkit. Seharusnya kami bisa lebih tenang dan tidak mengikuti permainan lawan,” jelas Liliyana ketika ditanya soal pertandingan.
 
“Saya juga merasa jarang dapat bola-bola di depan, lawan sering memberi bola-bola panjang ke belakang arah Owi. Seharusnya kami bisa meredam ini,” tambah Liliyana.
 
“Kami bermain kurang tenang, padahal saya merasa pukulan-pukulan lawan biasa saja. Saya yang terlalu menggebu-gebu, jadi pukulannya enggak terarah dan sudah ketebak lawan. Kami mencoba bangkit, tetapi selisih poin sudah terlalu jauh,” kata Tontowi.
 
Kemenangan ini membuat Tang/Tse memperbaiki catatan rekor pertemuan dengan pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini menjadi 1-1. Pada pertemuan sebelumnya di Hong Kong Open Super Series 2016, Tontowi/Liliyana menang straight game dengan skor 23-21, 21-14.
 
Sementara itu, Indonesia telah mengamankan satu tiket final yang datang dari "perang saudara" di ganda putra antara pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi. (PBSI)

 
(KRS)