Jelang Indonesia Open 2018

Target Lima Gelar di Indonesia Open, Susy: Terlalu di Awang-awang

A. Firdaus    •    03 Juli 2018 06:15 WIB
bulu tangkis
Target Lima Gelar di Indonesia Open, Susy: Terlalu di Awang-awang
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Sebagai tuan rumah Indonesia Open, Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) hanya memasang target satu gelar. Target tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

Menurutnya, target tersebut paling realistis. Mengingat Indonesia Open adalah turnamen level teratas dalam rangkaian seri BWF World Tour.

Susy juga menyebutkan bahwa persaingan bulu tangkis antar negara kini semakin ketat, seiring popularitas bulutangkis yang meroket. 

Tak ayal banyak negara-negara yang menjadi pendatang baru di bulutangkis dan mulai bisa banyak bicara, seperti Spanyol dan Rusia. Spanyol mampu melahirkan Carolina Marin yang telah mencetak sejarah sebagai pebulutangkis Spanyol pertama yang meraih gelar Juara Dunia dua kali pada 2014 dan 2015, serta puncaknya medali emas tunggal putri di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.  

Klik di sini: Semarang Siap Gelar Seri Dunia Balapan Motorcross

Tak berhenti di situ ada ganda Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Mereka berhasil mencatatkan nama sebagai orang Rusia pertama yang menjuarai gelar bergengsi All England 2016.

"Saya bicara realistis, tidak bicara janji-janji muluk. Karena janji adalah janji. Yang realistis memang satu, yang rangking satu dunia kan cuma satu, ganda putra. Ada kans juga di ganda campuran," sebut Susy.

"Kalau saya bilang target lima gelar, ini terlalu di awang-awang, namanya mimpi. Karena peta kekuatan bulutangkis kini merata. Sekarang saya tanya, apakah Tiongkok berani memasang target lima gelar? atau tiga deh? Tidak ada yang berani, bahkan negara-negara yang kuat sekalipun. Kalau ngomong saja, asal ngomong ya saya juga bisa bilang lima gelar, tapi pertanggungjawabannya seperti apa?" tutur Susy.

Saat ini pasangan ganda putra rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjadi andalan untuk meraih gelar di turnamen level elit. Selain itu, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga masih mampu bersaing dan meraih gelar-gelar bergengsi seperti gelar juara dunia pada tahun lalu.

Pekan Sulit Pertamina Prema Theodore Racing di Austria



(FIR)