Jelang Piala Sudirman 2017

HUT PBSI dan Momen Membawa Pulang Trofi Piala Sudirman

A. Firdaus    •    06 Mei 2017 18:33 WIB
bulu tangkis
HUT PBSI dan Momen Membawa Pulang Trofi Piala Sudirman
Ketum PBSI Wiranto bersama Tim Indonesia di Piala Sudirman 2017 (Foto: PBSI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada Jumat 5 Mei kemarin, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) genap berusia 66 tahun. Di usia yang tak muda ini federasi tertinggi bulutangkis Indonesia ini telah menghasilkan sejumlah prestasi internasional.

Salah satu prestasi tertinggi yang masih segar dalam ingatan adalah pada tahun lalu. Ketika itu ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menyumbangkan medali emas Olimpiade Rio 2016.

Kini di era kepemimpinan Wiranto, tepatnya pada 2017, PBSI telah meraih sembilan gelar juara dari kejuaraan internasional. Di antaranya gelar hat-trick di All England, India Open Super Series serta Malaysia Open Super Series Premier. Catatan hattrick itu dipersembahkan ganda putra Tanah Air, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Klik di sini: Lepas Tim Piala Sudirman Indonesia, PBSI Andalkan Dua Sektor

Selain itu, bulutangkis Indonesia juga meraih kesuksesan di Thailand Open Grand Prix Gold lewat Tommy Sugiarto. Sementara pada turnamen Polish Open International Challenge, pasangan ganda putri Meirisa Cindy Sahputri/Yulfira Barkah juga memboyong gelar juara.
 
Ganda putra Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro juga memetik gelar dari ajang China International Challenge. Masih dari ganda putra, pasangan Berry Angriawan/Hardianto juga naik podium juara di Malaysia Open Grand Prix Gold.

Panji Ahmad Maulana menyumbang gelar tunggal putra di ajang Iran International Challenge. Sedangkan Gregoria Mariska menjadi kampiun di kejuaraan Thailand Junior International Challenge.


Kue HUT ke-66 PBSI (Foto: PBSI)

Dewan Kehormatan PBSI, Sutiyoso yang turut hadir dalam perayaan HUT ke-66 PBSI menjelaskan betapa bangganya bisa menjadi bagian penting dalam struktur kepengurusan ini.

“Saya bangga menjadi bagian dari PBSI, karena bulutangkis satu-satunya olahraga yang mempersembahkan medali emas di kancah olimpiade. Sampai sekarang saya masih sering menonton pertandingan bulutangkis, bahkan saya tidak pernah absen nonton pertandingan Marcus (Fernaldi Gideon)/Kevin (Sanjaya Sukamuljo),” ujar Sutiyoso.

“Bulutangkis memang olahraga kebanggaan kita di tingkat dunia. Saat pak Wiranto jadi ketum PBSI, saya sangat yakin PBSI bisa kembali ke kejayaannya,” jelas mantan Ketua Umum PP PBSI 2004--2008.

Mengembalikan Kejayaan Bulutangkis Indonesia
Ya, mengembalikan kejayaan bulutangkis di mata dunia menjadi tugas PBSI era Wiranto. Sebelumnya, tanda-tanda itu sudah dirasakan pada tahun lalu ketika medali emas Olimpiade kembali ke Tanah Air.

Ketum PBSI Wiranto berharap target itu bisa benar-benar dirasakan pada era kepemimpinannya. Terlebih ia menganggap keluarga besar induk organisasi bulutangkis Indonesia ini makin solid dan makin mempererat kekeluargaan demi mencapai tujuan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia.

Klik di sini: Pedrosa Masih Dominan pada Latihan Bebas Ketiga

“Kami memperingati hari ulang tahun ini dengan sederhana, tetapi penuh arti. Usia 66 tahun bukan remaja lagi, tetapi sangat berpengalaman. Hari ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi mari kita lihat maknanya, hubungan kekeluargaan di PBSI semakin erat,” ujar Wiranto dalam sambutannya.

“Kami sudah menetapkan tekad untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia, mari bersama-sama kita wujudkan harapan ini,” lanjut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu.

Membawa Pulang Trofi Piala Sudirman
Kini prestasi-prestasi itu harus dijemput oleh atlet-atlet terbaik pilihan PBSI. Salah satu yang terdekat adalah Piala Sudirman yang digelar pada 21-28 Mei mendatang di Australia.

Namun pada Piala Sudirman edisi kali ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI sekaligus Manajer Tim Piala Sudirman 2017 Susy Susanti hanya menargetkan menembus semifinal. PBSI merujuk pencapaian pada edisi 2015, di mana mereka hanya bisa finis di posisi empat besar.


Skuat Tim Indonesia di Piala Sudirman 2017 (Foto: PBSI)

"Kalau melihat dari kedudukan seeded tim yang ada di urutan 5-8 serta penampilan anak-anak di beberapa turnamen terakhir, saya rasa target realistisnya adalah semifinal. Walaupun target pertama adalah babak semifinal, namun kami tetap berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” ujar Susy.

Dengan komposisi yang ada, seharusnya turnamen yang pertama kali dihelat di Jakarta ini bisa menjadi momen kebangkitan PBSI untuk mengembalikan kejayaan di mata dunia. Yaitu bisa meraih gelar yang terakhir kali Indonesia rebut pada 1989, atau tepatnya saat pertama kali Piala Sudirman digelar di Jakarta.

Hasil Sidang Kasus Doping Atlet PON dan PEPARNAS 2016
 


(FIR)