Hong Kong Open Super Series 2017

Evaluasi Kegagalan Tunggal Putra Indonesia di Hong Kong

Kautsar Halim    •    22 November 2017 22:44 WIB
bulu tangkis
Evaluasi Kegagalan Tunggal Putra Indonesia di Hong Kong
Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Humas PBSI)

Kowloon: Dua tunggal putra Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti lebih awal dari Hong Kong Open Super Series 2017. Tren negatif itu mendapat evaluasi cukup serius dari pelatih ganda putera Indonesia, Hendry Saputra.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi andalan Indonesia langsung tersingkir pada babak pertama setelah menghadapi lawan yang  berstatus nonunggulan. Anthony ditaklukkan Wong Wing Ki Vincent, sedangkan Jonatan ditekuk Tzu Wei Wang.

Anthony sempat bermain sengit selama 59 menit ketika menghadapi Vincent yang berasal dari Hong Kong. Namun, perlawanannya terpaksa berakhir ketika laga ditutup dengan skor rubber game, 18-21, 21-11, dan 21-16.


Klik: Greysia/Apriyani Lewati Rintangan Pertama di Hong Kong


Menurut Hendry, Anthony gagal karena faktor angin yang berembus di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong. Anthony disebutkan tidak mampu melepaskan pukulan yang diinginkan karena berada dalam posisi menang angin.

“Kalau saya lihat dari permainannya, kecepatan Anthony memang agak berkurang. Kecepatan kaki dia tidak bisa mengimbangi strategi permainan yang diharapkan," kata Hendry

"Anthony merupakan pemain yang mengandalkan speed power. Ketika dihadapkan dengan kendala menang atau kalah angin, saya rasa Anthony harus punya keputusan yang matang untuk menyikapi hal tersebut," tambahnya.

"Pemain yang menang angin biasanya merasa rugi karena stroke-nya tidak bisa digunakan dengan maksimal, beda dengan waktu kalah angin,” lanjut Hendry.


Klik: Komentar Dua Wakil Ganda Putra Usai Lolos Babak Kedua


Berbeda dengan Anthony, Jonatan malah takluk lebih cepat oleh Wang yang merupakan wakil Taiwan. Ia menyerah dengan skor 21-17 21-13 setelah bermain selama 37 menit. Bagi Hendry, kekalahan itu terjadi karena pukulan Jonatan yang kurang bervariasi di sepanjang pertandingan.

“Jonatan juga ada sedikit kendala di sini. Kalau Jonatan stroke-nya kurang variasi. Jangkauan dan tenaganya cukup, tapi teknik dia masih kurang variasi. Dengan begitu, lawan juga tidak bisa ditekan,” ujar Hendry.

Dengan adanya tren negatif ini, peluang Anthony dan Jonatan untuk menuju Dubai World Super Series Finals 2017 dipastikan tertutup. Keduanya tak bisa ambil bagian karena belum berada dalam peringkat delapan besar dalam hitung-hitungan poin di ajang Super Series tahun ini. (RO)

 


(KAU)