All England 2018 BWF World Tour Super 1000

Tontowi/Liliyana Tersingkir, Indonesia Kirim Tiga Wakil pada Perempat Final All England

Alfa Mandalika    •    16 Maret 2018 09:02 WIB
bulu tangkis
Tontowi/Liliyana Tersingkir, Indonesia Kirim Tiga Wakil pada Perempat Final All England
ebulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faisal (kiri) dan Gloria Emanuelle Widjaja (kanan). (Foto: PBSI)

Birmingham: Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada perempat final All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Mereka ialah Praveen Jordan/Debby Susanto, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Praveen/Debby mampu menundukkan wakil tuan rumah Marcus Ellis/Lauren Smith dengan kedudukan 21-12, 21-17. Sementara Kevin/Marcus mereka menyudahi perlawanan wakil Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi melalui rubber game 21-17, 20-22, 21-13.

Sedangkan Hafiz/Gloria menundukkan rekan senegara Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lewat pertarungan dramatis 18-21, 21-15, 30-29.

“Bangga sekali, seperti nggak percaya. Tadi saya dan Gloria meyakinkan diri kalau kami bisa satu demi satu poin, bukan berkecil hati, tapi kuatkan hati, kalau nothing to lose, lumayan hasilnya bagus,” kata Hafiz setelah pertandingan seperti dilansir Badmintonindonesia, Jumat 16 Maret 2018.

Baca: All England 2018: Kevin/Marcus Susah Payah Benamkan Pasangan Malaysia


“Puji Tuhan bisa menang dengan skor dramatis. Walaupun pada game kedua agak sayang pada game ketiga kami sudah unggul jauh tapi kesusul, namun Puji Tuhan bisa kami lewati. Kuncinya komunikasi dan yakin sama partner,” ujar Gloria. 

Sementara itu, Tontowi/Liliyana menyayangkan hasil pertandingan hari ini. Saat adu setting, beberapa kali kesalahan tak perlu dilakukan pasangan Juara All England 2012, 2013 dan 2014 ini. 

“Menurut saya fatal, bukan saya menyalahkan Tontowi, tetapi real nya seperti itu, dimana tadi bola lawan amat sangat tanggung. Ibaratnya merem aja bisa mati, jadi itu kesalahan yang fatal. Jadi saya merasa agak goyang, harusnya sudah selesai, jadinya panjang lagi. Sekelas kami seharusnya tidak boleh membuat kesalahan seperti itu. Bukan saya bilang tidak boleh salah, tapi itu poin fatal dan itu harusnya kami menang,” ungkap Liliyana.

Baca: Juara Dua di Jerman, Fajar/Rian Tembus 10 Besar Dunia


Liliyana juga mengatakan bahwa ia sudah mengantisipasi akan dapat perlawanan sengit dari Hafiz/Gloria yang merupakan juniornya di pelatnas. 

“Ketemu teman sendiri itu lebih susah, karena kami sering bertemu di latihan. Mungkin mereka lebih enjoy, rileks, lebih junior, rangking lebih di bawah. Pastinya kami lebih ada beban, tapi hari ini saya dari awal main enjoy tanpa beban. Dari awal saya tidak terlalu ekspektasi juara, yang penting saya maksimal tiap main,” beber Liliyana. 

“Kalau menurut saya nggak hoki saja hari ini. Soal bola tanggung, saya juga inginnya masuk, feeling saya masuk, tapi kelihatannya out gimana? Tapi Hafiz/Gloria mainnya bagus, rapi dan tidak mudah dimatikan. Pada game kedua kami lengah, mainnya reli, kami baru menemukan permainan lagi di akhir-akhir,” jelas Tontowi.

Pada babak perempat final, Hafiz/Gloria akan bertemu dengan pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Li Yinhui. Kedua pasangan tercatat belum pernah bertemu. 

“Zhang/Li kalau ketemu Tontowi/Liliyana pasti kan sudah ‘dipegang’, kalau ketemu kami beda lagi. Pasti pasangan Tiongkok ini lebih percaya diri kalau berhadapan dengan kami. Harus lebih fokus, lebih maksimal dan perhatikan hal-hal kecil,” jelas Hafiz.

Babak perempat final akan dimainkan Jumat 16 Maret mulai pukul 10.00 waktu Birmingham. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga


Video: Praveen/Debby Lolos ke Perempat Final All England 2018


(ASM)