Malaysia Open Super Series Premier 2017

Evaluasi Pelatih Ganda Putri Indonesia setelah Gagal di Malaysia Open

Kautsar Halim    •    06 April 2017 15:54 WIB
bulu tangkis
Evaluasi Pelatih Ganda Putri Indonesia setelah Gagal di Malaysia Open
Eng Hian sedang melatih para ganda putri Indonesia. (Foto:Humas PBSI)

Metrotvnews.com, Kuching: Tim ganda putri Indonesia gagal menjaga asa untuk menjuarai turnamen Malaysia Open Super Series Premier 2017. Terhitung dari empat wakil yang diturunkan, semuanya dipastikan gagal melaju ke perempat final.

Langkah paling jauh tim ganda putri Indonesia hanya mencapai babak kedua yang diraih Anggia Shitta Awanda/ Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari. Namun, keduanya juga tidak berdaya ketika langsung dihadapkan dengan pasangan unggulan.


Klik: Jalani Laga Menegangkan, Jonatan ke Perempat Final


Anggia/Ketut sempat memberikan perlawanan hebat ketika menghadapi unggulan pertama asal Jepang, Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi. Namun keduanya dipaksa menyerah setelah bermain selama 52 menit dengan skor, 21-17 dan 24-22. Berbeda dengan Anggia/Ketut, Della/Rosyita malah tak berdaya saat dijajal unggulan kedua asal Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christina Pedersen. Keduanya hanya bertahan selama 38 menit sebelum ditekuk pemilik medali perak Olimpiade 2016 dengan skor, 21-17 dan 21-13.


Klik: Ini Hasil Undian Piala Davis Indonesia vs Kuwait


Eng Hian selaku Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI langsung mengevaluasi tren negatif para pemainnya. Menurutnya, kemampuan anak-anak asuhnya memang masih jauh jika dibandingkan dengan lawan-lawannya yang merupakan pebulu tangkis unggulan. Pembenahan mental dan teknik dikatakan juga bakal ditingkatkan lagi.

“Secara keseluruhan, penampilan Della/Rosyita enggak seperti biasanya. mereka banyak error, pasif dan kurang inisiatif. Ada faktor X yang membuat Della/Rosyita tidak maksimal. Akan jadi evaluasi buat Della/Rosyita, kalau lagi tidak enak situasinya harus bagaimana cari jalan keluarnya,” jelas Eng Hian dalam rilis Humas PBSI yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (4/6/2017)

 “Anggia/Ketut cukup bagus bisa memberikan perlawanan ke pasangan rangking satu dunia. Tetapi tetap perlu evaluasi, walaupun sudah memimpin, tapi kenapa kok bisa stuck di poin itu. Dari konsentrasinya atau apa, saya lihat dari game pertama, kondisi mental mereka yang belum kuat. Saat bisa unggul mereka pasti tertekan. Seharusnya tekanan itu ada di pihak lawan,” tambahnya.

“Inilah namanya perbedaan jam terbang. Lawan terbukti bisa main konsisten dan stabil. Kemudian, mereka juga jarang membuat kesalahan sendiri. Jadi, berbeda dengan pasangan kita (Indonesia). Kesalahan-kesalahan sendiri itu masih ada jadi lawan bisa dapat poin dari kesalahan kita,” tutup Eng.

Wakil ganda putri memang habis. Namun, tim bulu tangkis Indonesia masih bisa berharap lewat nomor ganda campuran, ganda putra dan tunggal putra.  Sementara itu, para wakil tunggal putri Indonesia malah tidak ada yang mampu tembus game pertama.

 


(ACF)