BCA Indonesia Open Super Series 2017

Tersingkir, Edy/Gloria Merasa Dirugikan Hakim Garis

Krisna Octavianus    •    13 Juni 2017 14:38 WIB
bulu tangkisindonesia open super series premier 2017
Tersingkir, Edy/Gloria Merasa Dirugikan Hakim Garis
Ganda campuran Indonesia, Edy Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (Foto: PBSI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ganda campuran Indonesia, Edy Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja mengikuti jejak Praveen Jordan/Debby Susanto yang terhenti langkahnya di babak pertama BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017, Selasa 13 Juni siang WIB. Faktor non-teknis seperti keputusan hakim garis yang salah dinilai membuat mereka kalah.

Edy/Gloria menjadi tumpuan setelah Praveen/Debby kalah dalam pertandingan sebelumnya. Akan tetapi, mereka malah tak bisa memenuhi ekspektasi dengan menelan kekalahan dari pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 18-21, 21-13, dan 17-21 dalam waktu 65 menit.

Edy/Gloria mengakui ada kesalahan kecil dari hakim garis pada game pertama yang membuat mereka kalah. Kesalahan itu membuat mereka tersingkir, walaupun Edi/Gloria menekankan itu sebenarnya bukan alasan utama.

Klik di sini: Golden State Warriors Layak Menjadi Juara NBA

"Yang pasti kami sudah usaha semaksimal mungkin, rencana Tuhan mungkin belum boleh ke babak selanjutnya. Walaupun pada game pertama sempat 18-18 yang bola keluar malah dibilang masuk. Padahal tuan rumah, tapi malah dirugikan. Kami sudah maksmal banget dari game pertama sampai ketiga," ujar Gloria kepada wartawan.

"Kalau untuk main, sejauh yang kami rasakan dari mulai game pertama dari persiapan yang kami punya, ya itu yang kami pelajari dan persiapkan. Semuanya sesuai dengan rencana dari awal, tapi ada kesalahan dari hakim garis dan ada juga hakim serve dan itu hal teknis. Bukan alasan kalah sih itu, tapi itu hal-hal kecil yang buat kami kalah," timpal Edy.

Klik di sini: Persiapan SEA Games, Timnas Basket Jalani Pemusatan Latihan di AS

"Kalau dari sisi lawan sebelumnya saya sudah pernah ketemu di Vietnam Asian Mixed, saya sama Anisa Suafika sudah ketemu. Di situ sempat unggul poin. Pemain Jepang terkenal tidak mudah menyerah. Kami kalah sabar saja, mereka tidak lebih baik. Mereka jauh lebih sabar," tegas Edy.

Tak ingin bernasib sama dengan dirinya, Gloria berharap perangkat pertandingan bisa memperbaiki diri untuk meminimalisir kesalahan.

"Harapannya pasti kalau dari kami, kalau dari hasil pertandingan lebih baik dari event sebelumnya. Kami berharap juga tidak ada kesalahan non-teknis, baik dari hakim garis atau hakim serve. Karena kesalahan satu-dua membuat kami jadi terpengaruh. Kami sudah lelah main karena kesalahan mereka, malah jadi kalah," pungkas Gloria.

Deretan Prestasi Nadal di Perancis Terbuka
 


(FIR)