India Open 2018

Praveen/Melati Tetap Mensyukuri Hasil Negatif di Final

Kautsar Halim    •    04 Februari 2018 22:55 WIB
bulu tangkis
Praveen/Melati Tetap Mensyukuri Hasil Negatif di Final
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, berdiri di podium kedua India Open 2018. (Foto: Humas PBSI)

New Delhi: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti nyaris menjadi juara ganda campuran di ajang India Open 2018. Namun itu gagal terjadi lantaran mereka ditaklukan Mathias Christiansen/Christinna Pedersen pada fase final, Minggu 4 Februari.

Praveen/Melati dikalahkan wakil Denmark tersebut dengan skor, 14-21 dan 15-21. Jalannya pertandingan tidak terlalu sengit karena Mathias/Christinna hanya perlu waktu 37 menit untuk menutup laga.

Penampilan Praveen/Melati tidak seperti biasanya. Mereka gagal mengembangkan permainan dan lebih sering diserang lawan. Meski sempat mengejar raihan poin saat memainkan game kedua, namun agresivitas Mathias/Christinna masih sulit dibendung.  


Klik: Kevin/Marcus Persembahkan Gelar Kedua untuk Indonesia


Berbicara seusai laga, Praveen mengatakan kegagalan ini lebih disebabkan oleh dirinya. Ia mengaku terlalu ingin menang dari awal hingga akhirnya sulit menemukan pola permainan yang tepat.

“Kami kehilangan kontrol. Mely (Melati) justru tampil lebih baik dari sebelumnya,” ujar Praveen seusai laga seperti tertuang dalam rilis Humas PBSI.
 

Klik: Praveen/Melati Gagal Tambah Gelar Juara di India


Praveen/Melati yang dipasangkan PBSI pada akhir 2017 baru memainkan tiga turnamen internasional pada awal musim ini. Keduanya belum dituntut menjadi juara dan masih mencari kecocokan dalam tiap pertandingan. Pencapaian menembus semifinal bahkan dikatakan keduanya sudah lebih dari cukup karena sesuai keinginan pelatih. 

“Kami tidak menyangka bisa sampai final dalam turnamen ini. Apalagi, ini adalah turnamen beruntun ketiga yang kami ikuti. Meski begitu, kami mendapat pengalaman dari tiga turnamen belakangan ini. Semoga ke depannya bisa memberikan hasil yang lebih baik," ujar Melati.

“Pelatih ingin kami minimal sampai semifinal. Tapi, kami malah bisa ke final. Oleh karena itu kami tetap bersyukur. Inginnya memang menjadi juara, tetapi tadi mainnya tidak seperti yang diharapkan. Kalau seluruh kemampuan bisa dikeluarkan pada pertandingan tadi, kami yakin pasangan Denmark bisa diatasi," timpal Praveen. 

Kegagalan Praveen/Melati tidak mengubah dominasi wakil Indonesia di ajang India Open 2018. Pasalnya, terdapat dua gelar juara yang berhasil diraih. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menyabet gelar ganda putra, sedangkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi yang terbaik di sektor ganda putri. 

Selain wakil Indonesia, tidak ada finalis dari negara peserta lainnya yang menyabet dua gelar. Tiongkok merajai nomor tunggal putra lewat Shi Yuqi, Denmark sukses di nomor ganda campuran melalui Mathias/Christinna, sedangkan Malaysia memenangkan nomor tunggal putri lewat Beiwen Zhang.




(KAU)