Ikhsan Rumbay, Amunisi Baru Tunggal Putra Indonesia

Kautsar Halim    •    12 Januari 2018 12:05 WIB
bulu tangkis
Ikhsan Rumbay, Amunisi Baru Tunggal Putra Indonesia
Pelatih Luluk Hadianto (kiri) dan Ikhsan Rumbay (kanan). (Foto: Medcom.id/Kautsar Halim)

Jakarta: Tim bulu tangkis Indonesia punya amunisi baru di sektor tunggal putra. Ia adalah Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang berasal dari Tomohon, Sulawesi Utara.

Ikhsan direkrut pelatnas karena tampil gemilang di sepanjang 2017. Beberapa prestasinya yang paling membanggakan adalah bisa menjuarai Kejurnas PBSI dan menjadi pemain terbaik PB. Djarum.

Ikhsan memang berstatus sebagai salah satu pemain klub PB Djarum. Namun dalam perkembangannya, pemain kelahiran 15 Januari 2000 itu dibesarkan oleh pelatih Luluk Hadianto di SKO Ragunan.

Dijelaskan Luluk, Ikhsan sangat berpotensi untuk meningkatkan prestasi Indonesia dari nomor tunggal putra. Pasalnya, ia memiliki kemampuan istimewa yang sedikit lebih baik ketimbang legenda Taufik Hidayat.

Baca: Tommy Lolos, Indonesia Kirim 10 Wakil di Perempat Final Thailand Masters


"Kalau Taufik mainnya lebih sering menunggu. Kalau Ikhsan lebih cenderung menyerang dan punya pukulan backhand smes yang mirip-mirip Taufik juga. Keistimewaan Ikhsan itu ada di power pukulannya dan ketenangan bermain," ujar Luluk kepada Medcom.id usai acara pemberian bonus PB Djarum di Jakarta, Kamis 11 Januari 2018.

Kendati demikian, bukan berarti Ikhsan tidak memiliki kekurangan. Luluk juga mengatakan bahwa anak didiknya itu masih harus terus menggali kemampuannya. Beberapa di antara dalam sektor jam terbang, variasi teknik pukulan, serta stamina.

Baca: Tolak MoU, PB Cabor Terancam Tak Dapat Kucuran Dana Pelatnas


"Vo2 Max Ikhsan masih di antara 5,5 jadi harus ditingkatkan lagi. Kemudian saya harap pelatnas juga bisa memberikan kesempatan berkompetisi di tujuh turnamen level senior dan enam turnamen level junior pada musim ini. Dia perlu banyak jam terbang juga," papar Luluk.

Sementara itu, Ikhsan turut mensyukuri bisa mendapat kesempatan untuk bergabung dengan pelatnas. Ia mengaku bakal berjuang sebaik mungkin untuk membela Indonesia sambil memasang target medali emas di event Youth Olympic pada tahun ini.

"Tentunya semangat masuk pelatnas, apalagi bisa bertemu pemain-pemain senior seperti Jonatan Christie dan sebagainya. Pertama datang ke pelatnas memang agak tegang. Tapi ke sininya motivasi malah semakin bertambah," ujar Ikhsan yang baru seminggu di pelatnas.

Tak ingin ketinggalan berita olahraga? Follow instagram kami @medcom_bola

Video: Kevin Sanjaya Kritik Rencana Regulasi Baru BWF


(ASM)