Catatan Perjalanan Marcus/Kevin di 2017

Rekor Super Series dan Gelar Pebulutangkis Terbaik Lengkapi Tahun Kejayaan Marcus/Kevin

A. Firdaus    •    30 Desember 2017 16:04 WIB
bulu tangkis
Rekor Super Series dan Gelar Pebulutangkis Terbaik Lengkapi Tahun Kejayaan Marcus/Kevin
Ganda putra Indonesia Marcus dan Kevin saat menjuarai Dubai World Super Series Finals 2017 (Foto: PBSI)

Jakarta: Prestasi luar biasa digapai Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo selama 2017. Bisa dibilang ini tahun kejayaan bagi salah satu ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia.

Ya, Indonesia patut berbangga karena mempunyai Marcus/Kevin. Sebab pasangan yang diduetkan sejak 2015 ini langsung menciptakan sejarah di kancah bulu tangkis dunia.

Mereka menjadi ganda putra pertama yang memenangkan tujuh gelar super series selama setahun. Tampil di sembilan gelaran super series, Marcus/Kevin hanya gagal di Denmark dan Korea Terbuka. Selebihnya mereka membawa pulang tujuh gelar.

Peringkat satu dunia pun telah mereka duduki sejak juara di Jepang Terbuka pada September lalu. Sehingga tak ayal, 2017 adalah tahun kejayaan bagi mereka.

Klik di sini: Djokovic Diragukan Tampil di Australian Open 2018

Marcus/Kevin memulai sejarah mereka dengan memenangi gelar All England pada 13 Maret 2017. Ketika itu, pasangan yang merupakan unggulan kelima pada turnamen ini mampu mengalahkan duet Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dengan straight game, 21-19 21-14.

Tak berhenti di situ, duet yang dijuluki Minions ini kembali memenangkan super series berikutnya yang berlangsung di India Terbuka. Kali ini mereka harus membuat rekan senegara mereka bertekuk lutut. Dalam pertarungan All Indonesian Final, Marcus/Kevin menang straight game atas Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama 21-11, dan 21-15.

Hattrick Superseries dan Puncaki Peringkat Satu Dunia
Di tanah Malaysia, Marcus/Kevin berhasil mencetak hattrick kemenangan di level super series. Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di final 9 April lalu, mereka berhasil menjadi juara dengan menekuk wakil Tiongkok, Fu Haifeng/Zheng Siwei lewat pertarungan rubber game 21-14, 14-21, dan 21-12.

Hattrick tersebut tak membuat mereka puas. Justru Marcus/Kevin kian menggila dengan permainan agresif mereka. Terbukti pada gelaran Jepang Terbuka, lima bulan berselang mereka kembali menjadi juara.

Kali ini prestasi itu didapatkan keduanya dengan mudah. Di final mereka berhasil membungkam wakil tuan rumah, Takuto Inoue/Yuki Kaneko hanya dalam tempo 30 menit.

Klik di sini: Marquez Berjaya, Rossi Apes & RIP Nicky Hayden

Dengan kemenangan empat gelar superseries tersebut membuat Marcus/Kevin berhak memuncaki peringkat satu dunia dengan mengumpulkan 86.507 poin. Ketika itu mereka menggusur posisi duet Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Sebulan berselang, pundi-pundi prestasi kembali mereka kumpulkan. Kali ini kegemilangan Marcus/Kevin menyasar pada Tiongkok Terbuka. Mereka mampu menang mudah atas wakil Denmark, yang juga musuh bebuyutan Mathias Boe/Carsten Mogensen dengan 21-19 dan 21-11.

Raihan positif tersebut menjadi satu-satunya yang dibanggakan oleh Indonesia. Sebab sejumlah wakil Merah Putih lainnya sudah berguguran di fase sebelumnya.

Mematahkan Rekor Ganda Putra Korsel
Penampilan konsisten Marcus/Kevin juga bermuara pada turnamen Hong Kong Terbuka. Hasil itu didapat duet 'Minions' ini usai mengalahkan wakil Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding di final yang berlangsug Minggu 26 November.

Dengan demikian, Marcus/Kevin berhasil mengumpulkan enam gelar superserie selama 2017 ini. Sekaligus menyamai ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, sebagai ganda putra yang berhasil mengantongi enam gelar super series dalam satu tahun.
 
 

A post shared by Medcom_bola (@medcom_bola) on Dec 28, 2017 at 6:50am PST


Tapi gebrakan duet Minions tak berhenti di situ. Di destinasi terakhir pada Dubai World Super Series Finals (DWSSF) 2017 mereka juga berhasil juara. Prestasi itu dipastikan keduanya setelah melalui fase final kontra Liu Cheng/Zhang Nan, Minggu 17 Desember.

Hebatnya, idak ada kesulitan khusus bagi Marcus/Kevin untuk menyudahi perlawanan Liu/Zhang yang berasal dari Tiongkok. Keduanya hanya butuh waktu 39 menit ketika menutup laga dengan skor, 21-16 dan 21-15.

Dengan gelar tersebut, praktis Marcus/Kevin melampaui rekor yang dimiliki pasangan Korsel, sekaligus menjadi gand putra pertama yang menyabet tujuh gelar superseries dalam setahun.

Gelar Pebulutangkis Terbaik versi BWF
Tahun 2017 yang dimiliki Marcus/Kevin kian lengkap dengan adanya penghargaan dari BWF (Badminton World Federation). Mereka terpilih menjadi pebulutangkis terbaik 2017 yang diserahkan dalam acara gala dinner sebelum mereka menjuarai BWF World Super Series Finals 2017.

Kevin/Marcus menggeser beberapa nominator pemain putra terbaik seperti Viktor Axelsen (Denmark), Zheng Siwei (Tiongkok) dan Kidambi Srikanth (India).

Klik di sini: Hamilton Tidak Suka Sirkuit GP Prancis

“Awalnya tidak menyangka bisa memenangkan penghargaan ini, apalagi saingan-saingannya bagus-bagus semua. Biasanya pemain-pemain tunggal yang memenangkan penghargaan pemain terbaik,” ujar Marcus seperti dikutip Badmintonindonesia.org, Selasa 12 Desember 2017.

“Tentunya kami senang bisa mendapat penghargaan ini, semoga capaian ini bisa memotivasi kami untuk bisa jadi juara lagi di turnamen ini (BWF World Super Series Finals 2017)” sambung Kevin.

Pasangan Terkaya 2017
Menembus sembilan final dan memenangkan tujuh gelar, praktis membuat mereka menjadi pasangan terkaya pada 2017. Tercatat dengan hadiah yang mereka dapatkan dalam tujuh gelar super series, maka Marcus/Kevin meraih Rp4,2 miliar.

Hadiah super series tertinggi yang mereka didapatkan di Dubai. Ketika itu Marcus/Kevin mengantongi Rp1,1 miliar. Sementara raihan terendah didapat mereka ketika menjuarai India Terbuka dan Jepang Terbuka yang masing-masing berhadiah Rp346 juta.

Ini Baru Awal Kesuksesan Marcus/Kevin
Ternyata pada tahun ini, Marcus/Kevin diprediksi baru menjalani awal kesuksesan mereka. Pernyataan itu terlontar oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata.

"Mereka akan berada dalam periode emasnya pada masa 2017 hingga 2020. Mereka adalah ganda yang bermain dengan tempo cepat. Ganda dengan tipe ini harus menguasai permainan sejak awal karena biasanya pemain cepat yang mengikuti tempo permainan lambat," ucap Christian.

Seolah mengamini pernyataan pendahulunya, Marcus memang menyebut belum berpuas diri dengan segala pencapaian ini. Ia berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik pada tahun depan dibandingkan pada tahun ini.

“Kami harus menjadi lebih baik lagi kedepannya, kalau bisa tahun depan menang lagi,” ucap Marcus setelah menerima penghargaan gelar pemain terbak BWF.

Prestasi Olahraga Nasional di Tahun 2017
 


(FIR)