Jelang All England 2018

Sindhu Incar Gelar Perdana di All England

A. Firdaus    •    21 Februari 2018 10:46 WIB
all england
Sindhu Incar Gelar Perdana di All England
Pusarla Sindhu (Foto: AFP)

Mumbai: Beragam gelar bergengsi telah diraih Pusarla V Sindhu. Padahal usianya baru 22 tahun. Walau kenyang dengan beragam prestasi, tapi masih timbul kekecewaan dalam dirinya karena harus kehilangan beberapa gelar.

Enggan terlarut dalam kekecewaan, Sindhu segera bangkit dan menjadi pebulutangkis perempuan India nomor satu menggantikan Saina Nehwal.

Kini Sindhu ingin menatap gelar lain, yang belum ia genggam. Terdekat ada ajang All England Super Series Premier yang bakal digelar pada pertengahan Maret mendatang.

Klik di sini: Ketakjuban Bos Tech3 terhadap Penampilan Rider Malaysia

Sepanjang keikutsertaannya di All England, Sindhu hanya mampu mencapai perempat final yaitu pada tahun lalu. Tentu pada kesempatan nanti, ia ingin bisa membawa pulang gelar bergengsi tersebut ke India.

"Pasti, saya ingin melihat diri saya ada dan harapan saya bisa melakukannya dengan baik di turnamen ini. Tapi saya harus lebih dulu memberikan yang terbaik, percaya pada diri sendiri karena saya telah berlatih dengan baik mengikuti turnamen," ujar Sindhu kepada Asian Age.

Untuk bisa tampil baik di All England, Sindhu berharap kondisinya tetap bugar. Mengingat pada 2018 ini, BWF memiliki jadwal padat. Termasuk ajang Asian Games yang berlangsung di Jakarta-Palembang Agustus mendatang.

"Berbicara tentang jadwal yang sudah sangat ketat, termasuk Asian Games, Anda tidak dapat melakukan apapun selain memikirkan turnamen mana yang akan dimainkan dan mana yang tidak dimainkan," terang Sindhu.

Klik di sini: Jadwal tak Menentu, Daud Yordan Tetap Berlatih di Madrid

"Anda perlu memutuskan sendiri dan itu tergantung pada masing-masing individu. Terkadang Anda mungkin tidak memberikan 100 persen Anda jika hanya bertahan dan menjaga diri tetap bugar, bukan bersaing untuk setiap turnamen," lanjutnya.

"Cedera adalah bagian dari kehidupan, Anda tidak bisa tampil di turnamen jika Anda mengalami cedera. Jadi Anda harus memilih sendiri dan mendiskusikan turnamen mana yang harus dimainkan dan mana yang tidak dimainkan," tutup Sindhu.

Sejauh ini, putri kelahiran 5 Juli 1995 itu telah mengantongi enam gelar Grand Prix Gold, sebuah gelar Super Series Premier (Tiongkok Open), dan dua gelar Super Series. Termasuk medali perak Olimpiade Rio 2016 lalu.

Maraton Ekstrem Lintas 7 Benua



(ASM)