Jelang Thomas Cup 2018

Yuni Kartika: Sulit Mencari Pelapis Kevin/Marcus

Kautsar Halim    •    27 Maret 2018 20:57 WIB
bulu tangkis
Yuni Kartika: Sulit Mencari Pelapis Kevin/Marcus
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (ANTARA FOTO/Reuters)

Jakarta: Yuni Kartika memprediksi bahwa PBSI bakal kesulitan menentukan pemain ganda putra kedua di ajang Thomas Cup 2018. Itu ia katakan sebagai pengamat dan juga mantan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia                                                                   .

Yuni memang sudah tidak aktif sebagai pemain profesional. Namun, kehidupannya tetap tidak jauh dari dunia bulu tangkis. Itu bisa terlihat lewat kesibukannya sebagai komentator maupun Humas di salah satu klub lokal Tanah Air.

Indonesia memiliki empat pasang ganda putra yang berpotensi, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto,  Rian Agung Saputra/Angga Pratama, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.


Klik: Fernando Alonso Disebut tak Punya Harapan di F1


Namun, keempatnya tentu tidak bisa dibawa dalam turnamen yang  berlangsung pada 20-27 Mei tersebut. Sebab, regulasi turnamen hanya mempertandingkan tiga tunggal putra dan dua ganda putra.

Menurut Yuni, Kevin/Marcus yang berstatus sebagai ganda putra terbaik dunia tentu akan dibawa. Namun, bakal sedikit sulit untuk menentukan sepasang lagi karena ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Meski begitu Yuni menekankan, keputusan untuk memainkan ganda putra kedua tetap ada di tangan pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi.  

"Kevin/Marcus tidak diragukan lagi pasti akan tampil sebagai ganda putra utama Indonesia pada putaran final Piala Thomas. Mungkin kesulitannya ketika memilih ganda putra kedua, sebab kami punya tiga pasang pemain di sana, yakni Hendra/Ahsan, Fajar/Rian dan Rian/Angga," ujar Yuni seperti dikutip Badminton Planet.


Klik: Tunggal Putri Indonesia Rebut Satu Gelar dari Vietnam


Hendra/Ahsan memang berstatus sebagai mantan ganda putra terbaik dunia. Namun seiring usia mereka yang terus bertambah, prestasinya pun makin merosot. Terkini, mereka hanya bertahan hingga babak kedua All England 2018.

Fajar/Rian sempat dikalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi pada babak pertama All England 2018. Namun sebelum itu terjadi, keduanya berhasil melaju ke final Jerman Open 2018.

Sementara itu, Rian/Angga bisa dibilang menjadi pasangan yang berprestasi paling rendah pada awal musim ini. Sebab, pencapaian terbaiknya hanya menembus perempat final India Open 2018. (Badmintonplanet)

 


(KAU)